Kasus ISPA di Palembang Tembus 9.313 dalam 20 Hari

Sumatera Selatan

Kasus ISPA di Palembang Tembus 9.313 dalam 20 Hari

Irawan - detikSumbagsel
Senin, 24 Agu 2026 13:00 WIB
Kabut asap selimuti Kota Palembang
Kabut asap selimuti Kota Palembang (Foto: Istimewa)
Palembang -

Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengalami kenaikan signifikan dengan mencapai 9.313 kasus dalam 20 hari yakni 1 hingga 20 Agustus. Kenaikan ISPA ini dipicu memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Data dari Dinas Kesehatan, dari 1 sampai 21 Agustus, ada 9.313 kasus ISPA. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita," kata Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Minggu (23/8/2026).

Dewa pun meminta masyarakat tidak menganggap remeh kondisi udara saat ini. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika angka ISPU berada pada level yang tidak sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata Dewa, pada Minggu pagi ISPU di Palembang mencapai angka 195. Angka itu masuk dalam kategori tidak sehat dan meningkat tajam dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di angka 115.

"Angka ISPU (minggu pagi) mencapai 195 dan masuk kategori tidak sehat. Sehari sebelumnya berada di angka 115, artinya ada kenaikan 80 poin," katanya.

ADVERTISEMENT

Dia pun mengimbau kepada warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, agar menggunakan masker dan memperbanyak konsumsi air putih.

"Kurangi aktivitas di luar rumah. Kalau memang harus keluar, gunakan masker dan perbanyak minum air putih," ujarnya.

Untuk mengantisipasi meningkatnya keluhan kesehatan akibat kualitas udara, Ratu Dewa juga meminta seluruh fasilitas kesehatan milik Pemkot Palembang meningkatkan kesiapsiagaan.

Puskesmas diminta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan. Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya diimbau segera memeriksakan diri.

"Kami minta seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan. Kalau masyarakat mengalami gangguan pernapasan, segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan," katanya.

Pemkot Palembang juga terus memantau perkembangan kualitas udara dan situasi karhutla yang dinilai menjadi salah satu faktor utama meningkatnya pencemaran udara.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads