Sumsel Catat 1.723 Kejadian Karhutla, Agustus Tertinggi

Sumatera Selatan

Sumsel Catat 1.723 Kejadian Karhutla, Agustus Tertinggi

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Senin, 24 Agu 2026 20:40 WIB
Tim Manggala Agni saat berupaya memadamkan karhutla di Sumsel
Tim Manggala Agni upayakan pemadaman karhutla di Sumsel. (Foto: Dok. Manggala Agni)
Palembang -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengalami peningkatan pada puncak musim kemarau. BPBD Sumsel mencatat sebanyak 1.723 kejadian karhutla sepanjang 2026.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan lonjakan kejadian paling tinggi terjadi dalam empat bulan terakhir, yakni Mei hingga Agustus.

"Kasus karhutla paling banyak terjadi pada Agustus dengan 1.016 kejadian. Kemudian Juli sebanyak 456 kejadian, Juni 120 kejadian, dan Mei 91 kejadian," ujar Sudirman, Senin (24/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, empat bulan tersebut menjadi periode dengan jumlah kejadian tertinggi seiring masuknya musim kemarau di Sumsel. Kondisi cuaca yang panas dan lahan yang semakin kering membuat potensi kebakaran meningkat.

"Agustus ini menjadi puncak musim kemarau, selain itu juga sulitnya mendapatkan air untuk pemadaman menjadi kendala saat ini," katanya.

ADVERTISEMENT

Sudirman mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Sebab, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas, terutama di tengah kondisi lahan yang kering.

Dari jumlah kejadian itu, status zona merah masih tersebar di 12 kabupaten/kota. Status itu disematkan karena jumlah kejadian di daerah lebih dari 30 kejadian.

Kasus karhutla terbanyak berada di OKI yang mencapai 292 kejadian. Lalu di Muba 214 kejadian, Ogan Ilir 201 kejadian, Banyuasin 200 kejadian, Muara Enim 170 kejadian, Palembang 135 kejadian, PALI 131 kejadian, Prabumulih 70 kejadian, OKU Timur 65 kejadian, OKU dan Muratara masing-masing 61 kejadian, serta Mura 55 kejadian.

"Zona merah ini menjadi perhatian kami. Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan, terutama di wilayah yang memang memiliki potensi karhutla cukup tinggi," ungkap Sudirman.

"Total luasan lahan yang terbakar akibat karhutla per Juli 2026 mencapai 1.926,2 hektare," sambungnya.



(rep/rep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads