Wagub Sani Tekankan Penguatan Adat di Tengah Ancaman Geng Motor-Narkotika

Jambi

Wagub Sani Tekankan Penguatan Adat di Tengah Ancaman Geng Motor-Narkotika

Ferdi Almunandar - detikSumbagsel
Sabtu, 22 Agu 2026 23:00 WIB
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani (Foto: Istimewa/Diskominfo Jambi)
Jambi -

Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani meminta masyarakat memperkuat kembali peran adat dan nilai agama. Dia juga mengingatkan ancaman geng motor, narkotika, serta intoleransi dan radikalisme yang dinilai perlu diwaspadai bersama.

"Saya pesan, mengajak kepada Pak Sekda, Pak Camat, Pak Kepala Desa, Pak Babinsa, Pak Bhabinkamtibmas, Pak Danramil, Pak Kapolsek. Kira-kira ini kita harus prihatin. Ini kita harus perhatikan," pesan itu disampaikan Sani saat menghadiri HUT ke-56 Desa Talang Duku di RT 07, Dusun Sungai Rengas, Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (21/8) malam.

Sani menilai penguatan adat penting untuk menjaga persatuan sekaligus membentengi generasi muda dari pergeseran nilai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mencontohkan budaya menghormati orang tua yang mulai ditinggalkan sebagian anak muda. Menurutnya, nilai-nilai adat dan agama perlu kembali diperkuat dalam kehidupan masyarakat.

Sani menyebut adat Jambi memiliki landasan kuat dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, dia meminta adat tidak hanya dipahami sebagai tradisi, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

"Mari saya ulangi. Saya mengajak, kita kuatkan kembali peran adat dalam rangka persatuan dan kesatuan untuk kemasyarakatan dan umat. Adat Provinsi Jambi ini, adat bersendi sara', sara' bersendikan kitabullah," ujarnya.

Selain adat, Sani mengajak masyarakat memperkuat pemahaman agama dan wawasan kebangsaan. Dia meminta masyarakat tetap berpegang pada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sani juga menekankan pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, ekonomi serta kemampuan masyarakat memanfaatkan teknologi juga harus menjadi perhatian.

Dia berharap Desa Talang Duku dan desa-desa lainnya di Muaro Jambi dapat terus berkembang dalam suasana aman, nyaman dan damai.

"Mari dengan dasar keagamaan yang sempurna, kita belajar dengan para ulama, dengan memahami aturan NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, dengan memperkuat adat istiadat kita yang sudah membudaya. Tidak lapuk, tidak hujan, tidak lekang, tidak panas. Kita pertahankan," pungkasnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads