Kabut Asap Selimuti Ruas Tol Sumsel, Jarak Pandang Pengendara Terganggu

Sumatera Selatan

Kabut Asap Selimuti Ruas Tol Sumsel, Jarak Pandang Pengendara Terganggu

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Sabtu, 22 Agu 2026 20:00 WIB
Kabut asap terlihat di akses Tol Palindra.
Kabut asap terlihat di akses Tol Palindra. (Foto: Istimewa)
Palembang -

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas pengendara di ruas jalan Tol Kayu Agung-Palembang dan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) di Sumatera Selatan. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas.

Apriani salah seorang pengendara yang melintas di ruas Tol Palindra menyebut harus lebih berhati-hati karena asap terpantau di sepanjang akses jalan itu. Dia menilai kondisi asap sudah mengkhawatirkan dan cukup tebal.

"Jarak pandang berkurang karena asapnya cukup tebal, meski kendaraan yang berada di depan masih dapat terlihat," ujarnya, Sabtu (22/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengaku kondisi tersebut membuat pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melaju dalam kecepatan tinggi.

"Kita jadi harus lebih hati-hati dan mengurangi kecepatan. Pandangan tidak sebebas biasanya karena ada asap," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Putri warga Kramasan, Kertapati, Palembang, menyebut bau asap sudah mulai terasa sejak pagi hari. Kondisi tersebut kemudian semakin pekat pada sore hari.

"Sejak pagi sudah terasa bau asap. Kalau sore semakin terasa pekat," kata warga Kramasan.

Warga menyebut kondisi udara yang dipenuhi asap cukup terasa, terutama ketika angin membawa asap ke permukiman. Bau asap juga semakin menyengat pada waktu tertentu.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis menyebut kualitas udara di sekitaran Kota Palembang, semakin buruk pada Sabtu (22/8/2026) siang hingga sore. Pemantauan dari Stasiun PM2.5 di Musi 2 Palembang, menunjukkan kategori tidak sehat.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan. Pengendara juga diimbau waspada dan beehati-hati karena jarak pandang berpotensi berkurang.

"Kualitas udara sempat membaik dengan level sedang pada pukul 10.00 WIB dan 11.00 WIB, Namun setelahnya kembali memburuk pada pukul 12.00 WIB-15.00 WIB," ujar Wandayantolis.

Tren angka kualitas udara yang terdeteksi mengalami peningkatan signifikan. Pada pukul 12.00 WIB, level kuning yang terdeteksi sebesar 64,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angkanya naik drastis menjadi 106,4 µg/m³ pada pukul 13.00 WIB dan 123,1 µg/m³ pada pukul 14.00 WIB.

Sementara pada pukul 15.00 WIB, tren angkanya kembali naik menjadi 137,5 µg/m³.

"Angkanya mengalami kenaikan drastis pada siang ini. Pada hari-hari sebelumnya, kualitas udara memburuk terjadi pada sore menuju malam atau malam hingga pagi hari. Hari ini, siang menuju sore semakin menurun kualitas udaranya," katanya.

Bukan tidak mungkin, berkaca dari tren kenaikannya bisa mencapai level sangat tidak sehat seperti yang terjadi pada Sabtu dini hari tadi.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads