Kualitas Udara Siang-Sore di Palembag Tidak Sehat, Asal Asap dari OKI

Sumatera Selatan

Kualitas Udara Siang-Sore di Palembag Tidak Sehat, Asal Asap dari OKI

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Sabtu, 22 Agu 2026 19:00 WIB
Pengendara motor melintasi Jembatan Musi VI  dengan latar Sungai Musi yang diselimuti kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (5/8/2026). Berdasarkan pantauan satelit Himawari SM 9 pada Rabu (5/8) pukul 16:00 WIB melalui situs milik BMKG terdeteksi sebaran asap di wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di daerah tersebut. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Kabut asap di Palembang (Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Palembang -

Memburuknya kualitas udara di Kota Palembang, semakin terasa pada Sabtu (22/8/2026) siang hingga sore. Pemantauan dari Stasiun PM2.5 di Musi 2 Palembang, menunjukkan kategori tidak sehat. Masyarakat diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan.

"Kualitas udara sempat membaik dengan level sedang pada pukul 10.00 WIB dan 11.00 WIB, Namun setelahnya kembali memburuk pada pukul 12.00 WIB-15.00 WIB," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis.

Tren angka kualitas udara yang terdeteksi mengalami peningkatan signifikan. Pada pukul 12.00 WIB, level kuning yang terdeteksi sebesar 64,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angkanya naik drastis menjadi 106,4 µg/m³ pada pukul 13.00 WIB dan 123,1 µg/m³ pukul 14.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara pada pukul 15.00 WIB, tren angkanya kembali naik menjadi 137,5 µg/m³.

"Angkanya mengalami kenaikan drastis pada siang ini. Pada hari-hari sebelumnya, kualitas udara memburuk terjadi pada sore menuju malam atau malam hingga pagi hari. Hari ini, siang menuju sore semakin menurun kualitas udaranya," katanya.

ADVERTISEMENT

Bukan tidak mungkin, berkaca dari tren kenaikannya bisa mencapai level sangat tidak sehat seperti yang terjadi pada Sabtu dni hari tadi.

"Kategori sangat tidak sehat jika mencapai nila 150,5-250,4 µg/m³. Kondisi itu dapat membuat risiko kesehatan terganggu," jelasnya.

Menurutnya, kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi penyebab asap masuk wilayah Palembang.

"Melihat citra sebaran asap di wlilayah Sumsel, pergerakan angin ke arah barat laut. Nah, berdasarkan itu maka asap yang masuk ke wilayah Palembang berasal dari karhutla di OKI," katanya.

Masih katanya, kondisi asap ini terlihat secara visual di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, bau asap sisa pembakaran juga dapat dirasakan ketika berada di luar ruangan.

"Iya, asapnya cukup tebal di dalam kota siang tadi," ungkapnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penurunan kualitas udara ini. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi dan menggunakan masker, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit saluran pernapasan.

"Jika ciri visual terlihat udara kabur atau mungkin tercium bau asap baiknya melindungi diri dengan masker atau membatasi aktivitas di luar ruangan," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads