Bupati Merangin Temukan Kantor Perkim Sepi Saat Sidak

Jambi

Bupati Merangin Temukan Kantor Perkim Sepi Saat Sidak

Ferdi Almunandar - detikSumbagsel
Kamis, 20 Agu 2026 19:40 WIB
Bupati Merangin saat sidak kantor Dinas Perkim yang dalam kondisi sepi
Bupati Merangin saat sidak kantor Dinas Perkim yang dalam kondisi sepi (Foto: Istimewa)
Merangin -

Bupati Merangin M Syukur mendapati Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dalam kondisi sepi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) seorang diri tanpa pengawalan. Hampir seluruh ruangan yang diceknya kosong.

Sidak tersebut dilakukan Syukur pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Dia datang tiba-tiba ke Kantor Dinas Perkim dan langsung mengecek aktivitas pegawai.

Setibanya di kantor, Syukur mengucapkan salam. Namun, tak ada satu pun pegawai yang menjawab. Dia kemudian berkeliling memeriksa sejumlah ruang kerja dan mendapati banyak ruangan kosong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mana pegawainya, kok tidak ada orangnya?" tanya Syukur.

Syukur kemudian menanyakan keberadaan para kepala bidang (Kabid). Seorang pegawai perempuan yang ditemuinya menjelaskan sebagian kabid sedang melakukan perjalanan dinas ke Jambi, termasuk Kabid Perkim.

ADVERTISEMENT

Namun, jawaban itu belum membuat Syukur puas. Dia kembali mempertanyakan keberadaan kabid lainnya yang juga tidak terlihat di kantor.

Bupati kemudian menyoroti tidak adanya petugas resepsionis. Saat ditanya, pegawai tersebut menyebut sebagian pegawai masih beristirahat.

Syukur lantas menanyakan jam istirahat kantor. Pegawai menjawab waktu istirahat berlangsung pukul 12.00-13.00 WIB.

"Kalau begitu sekarang sudah lebih dari pukul 13.00 WIB, bahkan hampir pukul 14.00 WIB, tapi para pegawai belum juga kembali ke kantor. Hampir semua ruangan kosong," tegas Syukur.

Dia kemudian meminta daftar kehadiran pegawai. Dinas Perkim diketahui telah menggunakan sistem absensi Pijar, tetapi operatornya juga tidak berada di kantor.

Syukur meminta absensi hari itu dicetak untuk mengetahui kehadiran pegawai.

Sidak berlanjut ke mushola. Kondisinya membuat Syukur kembali kecewa. Karpet mushola terlihat lusuh dan kotor.

"Kasih tahu Kadis-nya, ini tempat sholat, masak karpetnya kotor begini?" ujarnya.

Syukur meminta mushola segera dibenahi, termasuk kamar mandi dan tempat wudu. Dia bahkan menyatakan siap membelikan karpet dan AC jika kondisi tersebut tidak segera diperbaiki.

"Pegawai di Dinas Perkim ada sekitar 70 orang, masa nyaman sholat di tempat kotor seperti ini. Ini kantor pemerintahan," katanya.

Sebelum mendatangi Dinas Perkim, Syukur juga melakukan sidak seorang diri ke Puskesmas Bangko dan Puskesmas Bangko Barat. Di dua fasilitas kesehatan itu, dia menekankan pentingnya pelayanan prima kepada masyarakat.

"Pelayanan masyarakat harus menjadi yang utama. Berikan pelayanan yang prima dan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads