Sumsel Masuk Daerah Prioritas Ekstensifikasi Sawit Nasional

Sumatera Selatan

Sumsel Masuk Daerah Prioritas Ekstensifikasi Sawit Nasional

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Jumat, 21 Agu 2026 14:31 WIB
Petani sawit bersiap memanen buah sawit
Foto: Ilustrasi kebun sawit (Eduardo Simorangkir)
Palembang -

Sumatera Selatan menjadi salah satu daerah prioritas dalam pengembangan industri sawit untuk mendukung ketahanan energi nasional. Dengan luas lahan sawit 66.005,65 hektare dan masih berpotensi dikembangkan, Pemprov Sumsel menyiapkan dukungan terhadap program ekstensifikasi dan hilirisasi kelapa sawit.

Edward menilai penguatan sektor perkebunan akan menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat.

"Sumsel memiliki potensi perkebunan yang sangat besar. Karena itu, kami menyambut baik program ini dan siap mendukung seluruh tahapan yang diperlukan agar pelaksanaannya berjalan sesuai aturan," ujar Edward.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia merincikan dari luasan lahan ekstensifikasi 66.005,65 hektare, sebanyak 45.071,38 hektare berada di kawasan hutan konversi atau produksi. Sedangkan 20.934,27 hektare berada di Areal Penggunaan Lain (APL).

Tiga kabupaten dengan lahan terbesar adalah Lahat seluas 16.664,69 hektare, Musi Banyuasin (Muba) seluas 16.175,82 hektare, dan Ogan Komering Ulu (OKU) seluas 14.414,24 hektare.

ADVERTISEMENT

Potensi itu dinilainya perlu ditindaklanjuti secara cermat melalui verifikasi langsung di lapangan. Pemprov juga siap memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, PTPN IV, pemkab, dan seluruh instansi terkait untuk memastikan kesiapan lahan, termasuk aspek tata ruang dan legalitas.

Meski begitu, percepatan program dimintanya tidak mengabaikan ketelitian administrasi. Pemda juga akan mendorong pengembangan perkebunan diarahkan pada lahan yang tidak produktif, sehingga pemanfaatannya dapat memberikan nilai tambah sekaligus meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Akselerasi memang penting, tetapi seluruh proses harus sesuai dengan ketentuan. Legalitas lahan dan aspek administrasi harus benar-benar kita pastikan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," katanya.

Sementara itu, Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian Iim Mucharam mengatakan program ekstensifikasi kelapa sawit merupakan bagian dari strategi nasional yang mendapat mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri Pertanian.

Program diarahkan untuk mendukung penguatan hilirisasi komoditas pertanian strategis, khususnya kelapa sawit, yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi terbarukan nasional.

Salah satu target besar program ini adalah mendukung pengolahan sekitar 32 juta ton Crude Palm Oil (CPO) menjadi biodiesel dan biofuel. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menargetkan pengembangan areal baru secara nasional seluas 270.000 hektare.

"Untuk memenuhi target nasional seluas 270.000 hektare, kami membutuhkan kolaborasi dan dukungan penuh dari pemda, termasuk Sumsel," ungkap Iim.

Strategic Advisory PTPN IV Irwan Perangin-Angin menjelaskan PTPN IV mendapat mandat strategis untuk mendukung pengembangan perkebunan dan industri hilir sawit. Selain mengelola 575.000 hektare perkebunan, PTPN IV juga mendapat mandat mengembangkan 270.000 hektare areal baru.

Program tersebut turut didukung dengan rencana pembangunan 23 unit pabrik kelapa sawit (PKS), tiga unit pabrik pengolahan inti sawit, dan satu unit pabrik biodiesel. Untuk memastikan kesiapan lahan di Sumsel, tim teknis akan melakukan ground check di sejumlah lokasi yang telah teridentifikasi.

"Verifikasi lapangan menjadi tahapan penting untuk memastikan lahan yang tersedia benar-benar layak dan memenuhi seluruh persyaratan sesuai aturan yang berlaku," jelas Irwan.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads