Perjalanan 9 Jam Polisi Antar Bendera Merah Putih ke Wilayah 3T di Pesisir Barat

Lampung

Perjalanan 9 Jam Polisi Antar Bendera Merah Putih ke Wilayah 3T di Pesisir Barat

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Minggu, 16 Agu 2026 05:00 WIB
Polisi saat melakukan perjalanan menuju ke daerah Pesisir Barat, Lampung, untuk antarkan bendera merah putih
Polisi saat melakukan perjalanan menuju ke daerah Pesisir Barat, Lampung, untuk antarkan bendera merah putih (Foto: Istimewa/Polsek Ngaras))
Pesisir Barat -

Polisi menempuh perjalanan sekitar sembilan jam untuk mengantarkan bendera merah putih ke sejumlah wilayah pelosok di Kecamatan Bangkunat, Pesisir Barat, Lampung. Perjalanan dilakukan menjelang peringatan HUT ke-81 RI.

Rombongan personel Polsek Ngaras berangkat dari Pekon Sumber Rejo sekitar pukul 08.00 WIB, Kamis (13/8/2026). Mereka membawa puluhan bendera untuk dibagikan kepada warga di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. (3T).

Untuk mencapai lokasi, polisi harus menyeberangi muara menggunakan rakit. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pekon Bandar Dalam, Way Tiyas, Siring Gading hingga Way Haru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Medan yang dilalui cukup berat. Selain jalan yang rusak dan terjal, polisi harus menyusuri jalur di bibir pantai. Perjalanan bahkan sempat dihentikan karena menunggu ombak surut.

Kapolsek Ngaras Iptu Doni Dermawan mengatakan perjalanan tersebut merupakan bagian dari Ekspedisi Merah Putih sekaligus upaya mendekatkan polisi dengan masyarakat di wilayah 3T.

ADVERTISEMENT

"Medannya cukup berat. Kami harus menyeberangi muara menggunakan rakit dan perjalanan di tepi pantai harus menunggu ombak surut," kata Doni, Sabtu (15/8/2026).

Saat perjalanan, kata dia, salah satu sepeda motor yang digunakan rombongan sempat terjebak di pasir ketika menyeberangi muara. Polisi kemudian melanjutkan perjalanan hingga tiba di sejumlah pekon tujuan.

Kata Doni, saat pembagian bendera di Pekon Way Tiyas. Seorang warga yang tinggal seorang diri sempat bertanya apakah bendera yang diberikan polisi akan diambil kembali.

Doni mengatakan polisi kemudian menjelaskan bendera tersebut diberikan untuk dipasang di rumah.

"Kami jawab, tidak. Ini untuk nenek," ujarnya.

Menurut Doni, kejadian sederhana tersebut menjadi salah satu momen yang berkesan dalam perjalanan Ekspedisi Merah Putih.

"Ini untuk nenek" menjadi gambaran bahwa pembagian bendera bukan sekadar kegiatan seremonial. Polisi ingin memastikan warga di wilayah terpencil juga dapat ikut menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

Selain membagikan bendera, polisi menyampaikan pesan kamtibmas kepada warga. Masyarakat diminta tidak melakukan perburuan liar maupun pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan hutan lindung.

Polisi juga mengingatkan warga tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan ini disampaikan karena musim kemarau masih berlangsung dan pembakaran lahan berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

"Kami tidak hanya ingin membagikan bendera. Kami juga ingin mendengar langsung keluh kesah masyarakat dan mengingatkan bersama-sama agar lingkungan tetap dijaga," kata Doni.

Doni mengatakan akses yang sulit membuat polisi perlu melakukan kunjungan secara berkala ke wilayah 3T agar komunikasi dengan masyarakat tetap terjaga.

"Kehadiran polisi di wilayah 3T diharapkan dapat terus dilakukan. Masyarakat di pelosok juga harus merasakan bahwa mereka bagian dari semangat kemerdekaan dan mendapat perhatian," ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga bernama Niti mengaku senang dengan kehadiran polisi di wilayahnya.

"Kami senang polisi datang sampai ke sini. Jarang ada kegiatan seperti ini. Kami bisa bertemu langsung dan menyampaikan apa yang menjadi kesulitan warga," ujarnya.

Niti mengaku senang mendapatkan bendera untuk dipasang di depan rumahnya.

"Rasanya senang sekali dapat bendera. Ini akan kami pasang di depan rumah untuk menyambut 17 Agustus. Merdeka," katanya.

Rombongan baru menyelesaikan perjalanan sekitar pukul 17.00 WIB. Total sekitar 9 jam perjalanan ditempuh untuk mengantarkan bendera Merah Putih sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas kepada warga di pelosok Pesisir Barat.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads