Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menyiapkan rencana pelebaran jalan di kawasan pusat pendidikan Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi. Jalan sepanjang 8 kilometer itu direncanakan memiliki lebar hingga 40 meter.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan pelebaran jalan tersebut diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, mengingat kawasan Mendalo menjadi salah satu pusat aktivitas pendidikan di Jambi.
"Pelebaran jalan di kawasan Kampus Mendalo itu panjangnya 8 kilometer dan dengan lebar 40 meter," kata Al Haris, dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Jambi-Rengat Fase I di Kantor Dinas PUPR Provinsi Jambi, Kamis (13/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Al Haris, kawasan tersebut menjadi akses bagi ribuan mahasiswa dan pelajar karena terdapat sejumlah institusi pendidikan, di antaranya Universitas Jambi (Unja), UIN STS Jambi, Sekolah Titian Teras dan MAN Cendikia.
Padatnya aktivitas kendaraan di kawasan tersebut membuat peningkatan kapasitas jalan dinilai penting. Pelebaran diharapkan dapat mengurangi kepadatan sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas.
"Itu luar biasa saya kira. Ini memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan mahasiswa yang berkuliah di Unja maupun UIN, di sana juga ada Sekolah Titian Teras dan MAN Cendikia. Karena ini pusat studi bagi anak-anak kita," ujarnya.
Namun, rencana pelebaran jalan belum bisa langsung direalisasikan. Pemerintah masih harus menyelesaikan persoalan lahan masyarakat yang berada di sepanjang jalur pelebaran. Al Haris mengatakan lahan warga yang terdampak akan diselesaikan melalui mekanisme ganti rugi.
"Ini juga ada ganti rugi lahan nanti, warga yang tinggal di pinggir jalan," terangnya.
Pemprov Jambi meminta Pemkab Muaro Jambi segera turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan menindaklanjuti lahan warga yang terdampak. Langkah tersebut dinilai penting agar proses pelebaran jalan dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.
"Ini juga akan kita segera diskusikan, dan secepatnya saya minta Pemkab Muaro Jambi untuk ke bawah, untuk menindaklanjutinya," tegas Al Haris.
Dengan pelebaran hingga 40 meter, Pemprov Jambi berharap akses menuju kawasan pendidikan Mendalo menjadi lebih aman dan nyaman. Penataan jalan tersebut juga diharapkan mampu mengimbangi pertumbuhan aktivitas pendidikan dan mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.
Pelebaran jalan ini kini bergantung pada penyelesaian pembebasan lahan. Pemerintah ingin persoalan lahan dibereskan lebih dulu agar peningkatan kapasitas jalan dan upaya menekan risiko kecelakaan di kawasan pendidikan Mendalo dapat segera diwujudkan.
"Ini segera kita tindak lanjuti. Saya minta Pemkab Muaro Jambi turun ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan lahan, supaya pelebaran jalan ini bisa segera direalisasikan dan masyarakat, terutama mahasiswa, bisa lebih nyaman dan aman," tutup Al Haris.
