Pemprov Jambi Kaji Libur Sekolah Jika Asap Makin Pekat

Jambi

Pemprov Jambi Kaji Libur Sekolah Jika Asap Makin Pekat

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Kamis, 13 Agu 2026 10:00 WIB
Gubernur Jambi Al Haris
Foto: Gubernur Jambi Al Haris (Dok. Istimewa)
Jambi -

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kualitas udara di Jambi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi kini mengkaji kemungkinan meliburkan sekolah, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), jika kondisi udara terus memburuk.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan kualitas udara di sejumlah wilayah sudah berada pada ambang kurang sehat. Pemprov Jambi masih memantau kondisi tersebut sebelum mengambil kebijakan.

"Saya dapat informasi semalam, memang iklim kita ini kondisinya sudah masuk data ambang batas kurang sehat," kata Al Haris, Rabu (12/08/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan Pemprov Jambi juga menyiapkan imbauan penggunaan masker jika kualitas udara tidak membaik dalam beberapa hari ke depan. Kebijakan meliburkan pelajar, terutama anak PAUD, juga akan dipertimbangkan.

"Akan kita pantau beberapa hari ini. Kalau memang masih seperti itu, mungkin ada dari kami edaran kepada masyarakat untuk mulai menggunakan masker, dan kita juga memantau yang untuk PAUD apakah rawan, apakah diliburkan atau sebagainya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pantauan melalui aplikasi ISPUnet pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 08.23 WIB, ISPU parameter PM2,5 di Kota Jambi berada di angka 82 atau kategori sedang.

Sementara itu, kondisi lebih buruk terjadi di Kabupaten Muaro Jambi. ISPU PM2,5 tercatat 135, yang masuk kategori tidak sehat.

Kondisi ini terjadi di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Jambi. BPBD Provinsi Jambi mencatat luas lahan terbakar telah mencapai 300,12 hektare.

Kepala BPBD Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan luasan tersebut belum menggambarkan keseluruhan lahan yang terbakar. Sebab, sejumlah titik di Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) masih dalam proses penanganan dan belum dapat dihitung.

"Kalau sudah dilakukan pendinginan baru bisa. Tapi angkanya itu di atas 300 hektare lebih, karena Muaro Jambi belum masuk. Muaro Jambi diperkirakan di atas 50 hektare," kata Bachyuni.

Kabut asap tipis yang menyelimuti Kota Jambi juga diduga dipengaruhi pergerakan angin. Selain itu, terdapat kebakaran lahan di Desa Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

"Faktor arah angin juga bisa, dari tenggara ke utara. Di Medak (Sumsel) juga terbakar. Hanya saja kita tidak bisa menjustifikasi kalau asap itu, kita melihat arah anginnya dulu," jelasnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads