Jumlah hotspot atau titik panas di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mencatat angka tertinggi sepanjang 2026. Berdasarkan pemantauan data Sipongi Senin (10/8/2026) pukul 05.00 WIB, hotspot yang terseteksi sebanyak 251 titik di 14 daerah.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan dari 251 titik itu, 70 titk di antaranya berada di lahan gambut. Hotspot terdeteksi paling banyak di Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 54 titik dan Musi Banyuasin (Muba) 51 titik.
"Laporan hotspot di Sumsel hingga pagi tadi, tercatat sebanyak 251 titik. Ini merupakan angka tertinggi sepanjang tahun 2026. Dari jumlah itu, 181 titik terpantau di lahan mineral dan 70 titik di gambut. Terbanyak hotspot terdeteksi di OKI 54 titik dengan 23 titik di gambut dan Muba 51 titik dengan 29 titik di gambut," ujar Sudirman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Muba dan OKI, hotspot juga terpantau di 12 daerah lainnya di Sumsel. Yakni di Muara Enim 28 titik (9 titik di gambut), Ogan Ilir 21 titik, Banyuasin 20 titik (9 titik di gambut), dan Lahat 20 titik.
Kemudian di OKU Timur 11 titik, Muratara dan OKU Selatan masing-masing 10 titik, OKU 9 titik, Mura 8 titik, Empat Lawang dan PALI masing-masing 4 titik, serta Palembang 1 titik.
Dia menilai kondisi tersebut menjadi perhatian, mengingat Sumsel berada dalam periode puncak musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya karhutla.
Sebelumnya, hotspot tertinggi terjadi pada Jumat (7/8). Saat itu hotspot tercatat 241 titik yang tersebar di 12 daerah. Meski begitu, Sudirman menyebut hotspot tidak serta-merta menandakan telah terjadi kebakaran. Titik panas merupakan indikator awal yang harus diverifikasi melalui pengecekan di lapangan.
Dia menambahkan, tingginya jumlah hotspot menjadi perhatian serius karena kondisi lahan yang semakin kering dapat membuat api lebih mudah muncul dan meluas apabila tidak segera ditangani.
"Sementara sepanjang Agustus 2026, jumlah hotspot di Sumsel telah mencapai 1.242 titik. Angka itu menunjukkan tingginya aktivitas titik panas di wilayah Sumsel selama periode puncak musim kemarau," tukasnya.
