Penjelasan RSUDAM Lampung soal Kondisi Pasien yang Diduga Ditolak di IGD

Lampung

Penjelasan RSUDAM Lampung soal Kondisi Pasien yang Diduga Ditolak di IGD

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 05 Agu 2026 20:40 WIB
Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUDAM, dr Yusmaidi
Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUDAM, dr Yusmaidi (Foto: Tommy Saputra)
Lampung -

RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung buka suara terkait unggahan viral di media sosial yang menyebut seorang pasien ditolak saat berobat ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Rumah sakit memastikan pasien tetap diterima dan diperiksa oleh petugas sebelum akhirnya disarankan kembali kontrol ke rumah sakit yang sebelumnya menangani pasien.

Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUDAM, dr Yusmaidi, mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi internal usai unggahan tersebut ramai diperbincangkan.

Menurutnya, hasil penelusuran menunjukkan tidak ada penolakan terhadap pasien bernama Zulaiha (52).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari hasil investigasi kami, tidak benar ada penolakan. Semua pasien yang datang ke Rumah Sakit Abdul Moeloek selalu kami terima. Ibu Zulaiha juga diterima dan dilakukan pemeriksaan di IGD," kata Yusmaidi kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Yusmaidi menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan dokter di IGD, pasien diketahui memiliki riwayat penyakit kronis. Saat datang ke rumah sakit, kondisi pasien disebut masih dalam keadaan stabil meski tampak lemah.

ADVERTISEMENT

"Dari hasil pemeriksaan dokter kami, kondisi ibu masih baik. Memang lemah, tetapi hasil pemeriksaan tanda-tanda vital masih normal," ujarnya.

Ia mengatakan, dari hasil anamnesis diketahui pasien sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit lain. Karena itu, dokter menyarankan agar pasien kembali berkonsultasi dengan dokter yang selama ini menangani penyakitnya.

"Disarankan kembali kontrol ke dokter yang merawat sebelumnya agar data pengobatan dan riwayat penyakitnya berkesinambungan sehingga tidak terjadi kesalahan diagnosis," jelasnya.

Yusmaidi juga menyebut pasien datang ke RSUDAM tanpa membawa surat rujukan maupun dokumen medis dari rumah sakit sebelumnya.

"Pasien datang langsung tanpa membawa surat rujukan. Namun tetap kami terima, kami periksa, kemudian diberikan edukasi kepada keluarga mengenai tindak lanjut pengobatannya," katanya.

Terkait klaim keluarga yang menyebut pasien membutuhkan transfusi empat kantong darah dan didiagnosis stroke setelah berpindah ke rumah sakit lain, Yusmaidi mengaku tidak dapat memberikan tanggapan lebih jauh.

"Kami tidak mengetahui kondisi setelah pasien melanjutkan pengobatan di rumah sakit lain. Saat datang ke sini, keluhannya lemah dan seluruh pemeriksaan yang kami lakukan sudah sesuai prosedur," ujarnya.

Meski membantah adanya penolakan, Yusmaidi menyampaikan permohonan maaf apabila pelayanan maupun komunikasi petugas kepada keluarga pasien dinilai kurang berkenan.

"Kami memohon maaf apabila ada perkataan maupun pelayanan dari kami yang dirasakan kurang berkenan bagi keluarga pasien maupun masyarakat Lampung. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami," ujarnya.

Sebelumnya, unggahan akun Threads @orghaveeeee viral setelah mengaku ibunya sempat tidak mendapatkan penanganan di IGD RSUDAM karena dinilai tidak dalam kondisi gawat darurat. Dalam unggahan itu, pemilik akun menyebut sang ibu kini telah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit lain.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads