Dinkes Catat ISPA di Sumsel Naik Jadi 259.297 Kasus

Sumatera Selatan

Dinkes Catat ISPA di Sumsel Naik Jadi 259.297 Kasus

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Rabu, 05 Agu 2026 22:00 WIB
Woman suffering an anxiety attack alone in the night
Ilustrasi ISPA (Foto: Getty Images/iStockphoto/AntonioGuillem)
Palembang -

Dinas Kesehatan Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat kasus penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Sumsel naik menjadi 259.297 kasus. Kenaikan ini terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Trisnawarman mengatakan lonjakan kasus ISPA terjadi akibat menurunnya kualitas udara akibat paparan asap imbas karhutla.

"Setiap musim kemarau selalu ada peningkatan kasus ISPA, ditambah jika disertai karhutla yang menyebabkan asap," ujarnya, Selasa (4/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari data Dinkes Sumsel, kasus ISPA sepanjang Januari-Juni 2026 naik dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu angka kasusnya hanya 257.935 kasus, sedangkan tahun ini menjadi 259.297 kasus.

Meski naik, tren kasus tahun ini mengalami penurunan. Pada Januari lalu tercatat sebanyak 50.651 kasus ISPA dan Juni menjadi 33.582 kasus. Tren penurunan bulanan itu juga terjadi pada periode yang sama tahun lalu, di mana Januari tercatat 45.131 kasus dan Juni menjadi 40.067 kasus.

ADVERTISEMENT

Meski tren kasusnya menurun, dia menilai kondisi itu tak bisa menjadi indikator ancaman ISPA telah berakhir.

Sebab, data ISPA Juli belum tercatat oleh Dinkes Sumsel. Terlebih, pada Agustus-September menjadi periode puncak musim kemarau, yang berpotensi membua kualitas udara menurun akibat asap karhutla.

Peningkatan kewaspadaan terhadap ISPA dimintanya dilakukan di seluruh wilayah. Khususnya di daerah yang kasusnya tinggi seperti di Palembang yang mencapai 85.032 kasus, Muara Enim 30.668 kasus, Musi Banyuasin 17.946, OKU Timur 15.109 kasus, Banyuasin 14.140 kasus, Musi Rawas 13.700 kasus, dan Lahat 13.523 kasus.

Dia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk atau saat beraktivitas di luar ruangan. Kemudian masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

"Masyarakat juga diimbau jangan menunggu kondisi berat saat berobat. Jika ada keluhan tidak membaik atau muncul sesak napas, segera datang ke puskesmas atau rumah sakit agar bisa ditangani lebih cepat," ujarnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads