Mahasiswa KKN yang Hanyut di Sungai Rawas Ditemukan Tewas

Sumatera Selatan

Mahasiswa KKN yang Hanyut di Sungai Rawas Ditemukan Tewas

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Senin, 27 Jul 2026 20:30 WIB
Satu mahasiswa ditemukan tewas tenggelam di Sungai Rawas saat melakukan KKN di Muaratara
Satu mahasiswa ditemukan tewas tenggelam di Sungai Rawas saat melakukan KKN di Muaratara (Foto: Istimewa/BPBD Muratara)
Muratara -

Abdul Hadi Romadin (21), satu dari empat mahasiswa Universitas PGRI Silampari (Unpari) Lubuklinggau yang hanyut setelah perahu yang ditumpangi terbalik di Sungai Rawas, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, ditemukan tewas. Saat ini jasad korban sudah dievakuasi petugas.

Diketahui peristiwa itu terjadi di Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Muratara, Sumatera Selatan, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 14.40 WIB.

Kabid Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara, Mugono mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB dengan jarak sekitar 100 meter dari lokasi perahu terbalik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah ditemukan, korban bernama Abdul Hadi Romadin, berusia 21 tahun, warga SP 11 Nibung, Muratara. Korban ditemukan kurang lebih 100 meter dari tempat mereka jatuh," katanya, Senin.

ADVERTISEMENT

Mugono menjelaskan, korban merupakan satu dari empat mahasiswa Unpari Lubuklinggau yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rantau Kadam.

Ia menjelaskan insiden itu bermula saat keempat mahasiswa tersebut menyeberangi Sungai Rawas menggunakan perahu kecil.

"Informasi di lapangan, awalnya mereka menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil. Saat berada di tengah sungai, perahu mereka menabrak pohon lalu terbalik," jelasnya.

Setelah berhasil dievakuasi, Mugono mengatakan jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di wilayah Kecamatan Nibung untuk segera dimakamkan.

"Jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka yang berada di Nibung," ungkapnya.

Sementara tiga mahasiswa lainnya yang ikut jatuh dari perahu berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Meski demikian, ketiganya masih menjalani perawatan medis di puskesmas setempat karena mengalami kelelahan dan trauma akibat kejadian tersebut.

"Alhamdulillah yang tiga kondisinya sudah mulai membaik, tapi masih trauma," ujarnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads