Jumlah titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan kembali mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil pemantauan data Sipongi Kementerian Kehutanan pada 23 Juli, terdeteksi sebanyak 57 hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah di Sumsel.
Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya (22/7), tidak terpantau adanya hotspot. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh hujan yang mengguyur sejumlah daerah di Sumsel, sehingga mampu menekan kemunculan titik panas.
"Hotspot kembali mengalami lonjakan kemarin, terdeteksi sebanyak 57 titik di wilayah Sumsel. Paling banyak terpantau di Muara Enim fan Ogan Ilir 10 titik," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Jumat (24/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hujan yang turun di sejumlah wilayah sehari sebelumnya membuat hotspot nihil, namun saat cuaca kembali cerah titik panas kembali terdeteksi.
"Hal ini menunjukkan kondisi cuaca sangat memengaruhi kemunculan titik panas," katanya.
Baca juga: Titik Panas Nihil Usai Sumsel Diguyur Hujan |
Selain di Muara Enim dan Ogan Ilir, hotspot itu juga terpantau di Muba 8 titik, Lahat dan OKI 7 titik, OKU dan OKU Timur 5 titik, PALI 2 titik, dan 1 titik berada di Empat Lawang, Muratara, dan OKU Selatan.
Sepanjang tahun ini (hingga 23 Juli 2026), jumlah hotspot yang terpantau di wilayah Sumsel sebanyak 3.051 titik. Terbanyak terdeteksi pada Juli 1.202 titik, Juni 755 titik, dan Mei 708 titik.
Wilayah paling banyak terpantau hotspot yakni Muara Enim 523 titik, Muba 464 titik, Lahat 415 titik, Muratara 270 titik, OKI 260 titik, dan Mura 208 titik.
