OKI Bangun Daops Penanganan Karhutla, Jadi Wilayah Rawan-Lahan Gambut Terluas

Sumatera Selatan

OKI Bangun Daops Penanganan Karhutla, Jadi Wilayah Rawan-Lahan Gambut Terluas

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Jumat, 24 Jul 2026 22:00 WIB
Manggala Agni upayakan pemadaman di OKI.
Manggala Agni upayakan pemadaman di OKI. (Foto: Manggala Agni)
OKI -

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, akan diperkuat. Kementerian Lingkungan Hidup akan memprioritaskan pembangunan Daerah Operasional (daops) Penanggulangan Karhutla di wilayah itu. Anggaran yang disiapkan untuk pembangunannya Rp 33 miliar pada 2027.

Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sebagai bentuk dukungan terhadap rencana pembangunan daops. Keberadaan fasilitas tersebut akan memperkuat kapasitas daerah dalam mengantisipasi ancaman karhutla yang meningkat seiring musim kemarau yang lebih panjang.

"Daops akan menjadi penguat sistem penanganan karhutla di OKI. Kami siap mendukung penuh pelaksanaan pembangunan agar operasional pengendalian kebakaran di daerah semakin efektif," ujar Muchendi dalam keterangan resmi, Kamis (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut, kementerian LH membagun fasilitas itu karena Pemkab OKI telah memenuhi salah satu persyaratan utama, yakni menyediakan lahan yang telah bersertifikat.

Keberadaan fasilitas tersebut akan memperkuat kapasitas daerah dalam mengantisipasi ancaman karhutla yang diperkirakan meningkat seiring musim kemarau yang lebih panjang.

ADVERTISEMENT

"Daop akan menjadi penguat sistem penanganan karhutla di OKI. Kami siap mendukung penuh pelaksanaan pembangunan agar operasional pengendalian kebakaran di daerah semakin efektif," ujar Muchendi.

Daops Penanggulangan Karhutla akan menjadi pusat operasional dalam pencegahan dan penanganan karhutla di OKI. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mempercepat koordinasi, mobilisasi personel dan peralatan, serta meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran, terutama di kawasan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi pada musim kemarau.

Muchendi menyebut tantangan yang dihadapi OKI sebagai salah satu wilayah dengan ekosistem gambut terluas di Sumsel. Sekitar 60,15 persen wilayah OKI merupakan kawasan gambut atau mencakup 49,3 persen dari total ekosistem gambut di provinsi itu.

Kondisi tersebut membuat OKI memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla, terutama saat musim kemarau.

"Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang. Karena itu kami terus memperkuat upaya pencegahan dengan melibatkan forkopimda, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa," tukasnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads