8 Siswa SMP di Lampung Keracunan MBG, KPPG Angkat Bicara

Lampung

8 Siswa SMP di Lampung Keracunan MBG, KPPG Angkat Bicara

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Kamis, 23 Jul 2026 21:40 WIB
Petugas mengecek dapur MBG di Tanggamus
Foto: Petugas mengecek dapur MBG di Tanggamus (Dok. Polres Tanggamus)
Bandar Lampung -

Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bandar Lampung angkat bicara ihwal kasus 8 siswa SMPN 1 Talang Padang Kabupaten Tanggamus keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). KPPG mengusulkan penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Betung.

Usulan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat pada Rabu (22/7/2026) malam, sesaat setelah KPPG menerima laporan adanya siswa yang mengalami keluhan mual dan diare.

"Semalam kami sudah mengusulkan suspend ke SPPG tersebut. Laporan yang kami terima ada delapan orang yang terdampak dengan keluhan diare dan mual-mual," kata Kepala KPPG Bandar Lampung Achmad Hery Setiawan, Kamis (23/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Achmad mengatakan, KPPG daerah tidak memiliki kewenangan menghentikan operasional SPPG. Keputusan suspend sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat setelah menerima rekomendasi dari daerah.

"Kalau pemberhentian sementara, kami hanya mengusulkan. Nanti pemerintah pusat yang mengeluarkan surat keputusan suspend," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain mengusulkan penghentian sementara, KPPG juga menerjunkan tim ke Kabupaten Tanggamus untuk mengecek kondisi para siswa sekaligus mengevaluasi pelaksanaan layanan di SPPG Sinar Betung.

"Hari ini kami ke Tanggamus untuk melakukan pengecekan langsung," ujarnya.

Ahmad mengaku belum memastikan apakah SPPG Sinar Betung masih mendistribusikan makanan pada Kamis ini atau telah menghentikan operasional sambil menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Sebelumnya, delapan siswa SMPN 1 Talangpadang mengalami mual, muntah, pusing, sakit kepala, dan diare usai mengonsumsi makanan di sekolah pada Rabu (22/7). Lima siswa telah diperbolehkan pulang, sedangkan tiga lainnya masih menjalani perawatan di UPT Puskesmas Talangpadang.

Polisi bersama petugas kesehatan telah mengambil sampel makanan MBG dan sampel muntahan siswa untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung. Hasil pemeriksaan diperkirakan baru akan diketahui dalam waktu sekitar satu pekan.

Dari hasil pendataan sementara, lima dari delapan siswa juga diketahui sempat membeli sate usus di kantin sekolah. Penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads