8 Siswa SMP di Tanggamus Mual hingga Muntah Usai Diduga Santap Menu MBG

Lampung

8 Siswa SMP di Tanggamus Mual hingga Muntah Usai Diduga Santap Menu MBG

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Kamis, 23 Jul 2026 10:30 WIB
Siswa yang keracunan saat dibawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan
Siswa yang keracunan saat dibawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan (Foto: Istimewa/Polsek Talang Padang)
Tanggamus -

Sebanyak delapan siswa SMP Negeri 1 Talangpadang, Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengalami mual, muntah, pusing hingga diare setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (22/7/2026). Saat polisi masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami para siswa.

Kapolsek Talang Padang Iptu Harunur Rasyid mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi sekolah, berkoordinasi dengan UPT Puskesmas Talangpadang, serta mendampingi proses pengambilan sampel makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Betung.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, delapan siswa mengalami mual, muntah, pusing, sakit kepala, dan sebagian mengalami diare. Saat ini penyebabnya masih menunggu hasil laboratorium," kata Harunur dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harunur menjelaskan, MBG tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum dibagikan, seorang guru terlebih dahulu mencicipi makanan sebagai bagian dari prosedur. Setelah sekitar 15 menit tanpa keluhan, makanan kemudian dibagikan kepada sekitar 830 siswa dan para guru.

Sekitar pukul 12.00 WIB, delapan siswa mulai mengeluhkan mual, muntah, pusing, sakit kepala, serta diare. Seluruh siswa kemudian dibawa ke UPT Puskesmas Talangpadang untuk mendapatkan penanganan medis.

ADVERTISEMENT

Dari delapan siswa tersebut, lima orang telah diperbolehkan pulang usai menjalani perawatan. Sementara tiga siswa lainnya masih menjalani observasi di puskesmas.

Polisi juga menemukan fakta bahwa tidak seluruh siswa yang mengalami keluhan hanya mengonsumsi menu MBG. Berdasarkan hasil anamnesis tenaga kesehatan, lima dari delapan siswa mengaku sempat membeli dan mengonsumsi sate usus yang dijual di kantin sekolah.

Pihak SPPG Sinar Betung menyatakan seluruh bahan baku makanan diterima dalam kondisi baik dan diolah sesuai prosedur. Adapun menu MBG yang dibagikan kepada siswa terdiri dari nasi putih, tahu goreng, ayam saus mentega, oseng buncis dan jagung, serta buah jeruk.

Polisi memastikan proses penyelidikan masih berlangsung. Aparat juga terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, tenaga kesehatan, dan instansi terkait sambil menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi. Penyebab pasti kejadian ini masih menunggu hasil uji laboratorium dari instansi yang berwenang," tutup Harunur.

Sementara itu, dokter UPT Puskesmas Talangpadang Asha Dwi Apsari mengatakan penyebab pasti keluhan para siswa belum dapat dipastikan. Saat ini sampel makanan MBG dan sampel muntahan siswa telah dikirim untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung.

"Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar sekitar satu minggu. Dari hasil itulah nantinya dapat diketahui penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads