IDI Lampung Soal Dokter Muda Tewas di Penginapan: Tak Ada Indikasi Bullying

Lampung

IDI Lampung Soal Dokter Muda Tewas di Penginapan: Tak Ada Indikasi Bullying

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Kamis, 23 Jul 2026 19:20 WIB
Jasad korban saat dibawa rumah sakit di Lampung
Foto: Jasad korban saat dibawa rumah sakit di Lampung (Dok. Polres Metro)
Metro -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung angkat bicara terkait meninggalnya dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Zulfikar (25), yang ditemukan tewas di sebuah penginapan di Kota Metro. IDI menyebut hasil penelusuran sementara tidak menemukan adanya indikasi perundungan maupun beban kerja berlebih yang dialami korban.

Ketua IDI Wilayah Lampung, dr Josi Harnos mengatakan pihaknya turut berduka atas meninggalnya Zulfikar yang sedang menjalani program internsip di RS Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.

"Kami menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dr Zulfikar. Ini menjadi kehilangan bagi keluarga dan juga profesi dokter," kata Josi, Kamis (23/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Josi mengatakan, setelah kabar meninggalnya korban diterima, sejumlah pihak langsung melakukan pendalaman. Proses itu melibatkan Kementerian Kesehatan, Pengurus Besar IDI, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hingga Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Lampung.

Dari hasil penelusuran sementara, kata dia, tidak ditemukan adanya dugaan overwork, burnout maupun bullying selama korban menjalani program pendidikan profesi.

ADVERTISEMENT

"Hasil pendalaman terhadap teman sejawat dan lingkungan kerjanya tidak menemukan indikasi overwork, burn out maupun bullying. Jam kerja dan pendampingan dokter spesialis juga berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya.

Meski begitu, IDI Lampung menilai peristiwa tersebut menjadi evaluasi penting bagi pelaksanaan program internsip. Salah satunya dengan memperketat pemeriksaan kesehatan terhadap calon dokter sebelum mulai bertugas.

Menurut Josi, skrining kesehatan yang lebih komprehensif diperlukan agar penyakit penyerta atau kondisi medis yang belum diketahui dapat dideteksi sejak dini.

"Ini menjadi bahan evaluasi. Kami mengusulkan agar calon dokter internship menjalani pemeriksaan kesehatan lebih komprehensif sebelum mulai bertugas sehingga bila ada penyakit penyerta bisa diantisipasi lebih awal," ucapnya.

Terkait penyebab kematian korban, Josi mengatakan hingga kini belum dapat dipastikan. Sebab, keluarga menolak dilakukan autopsi sehingga pemeriksaan hanya dilakukan secara luar.

"Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi kematian tidak wajar. Namun penyebab pasti kematian belum bisa dipastikan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam," jelasnya.

Sebelumnya, Zulfikar ditemukan meninggal dunia di kamar penginapan nomor 126 Guest House Sakinah, Jalan Imam Bonjol, Metro Pusat, Selasa (21/7). Korban ditemukan setelah pengelola penginapan curiga karena selama dua hari tidak melihat korban keluar kamar.

Saat pintu kamar dibuka, korban ditemukan telah meninggal dunia. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polres Metro yang hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian dokter muda tersebut.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads