Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus mematangkan persiapan revitalisasi Sungai Bendung sebagai salah satu upaya mengurangi banjir di sejumlah wilayah kota. Proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026 bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII.
Asisten 1 Setda Palembang Sulaiman Amin mengatakan rapat tersebut difokuskan untuk mengevaluasi progres persiapan sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang masih dihadapi sebelum pekerjaan fisik dimulai.
"Koordinasi terus kami lakukan dengan seluruh pihak terkait, termasuk BPN. Dukungan dari para camat dan lurah juga sangat penting agar setiap tahapan persiapan dapat berjalan sesuai rencana," katanya kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sulaiman Amin mengungkapkan, pemerintah masih melakukan pendataan terhadap sejumlah kebutuhan administrasi dan kondisi di lapangan agar pelaksanaan proyek tidak mengalami hambatan.
Ia menilai keberhasilan revitalisasi Sungai Bendung tidak hanya bergantung pada sinergi antarlembaga, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat.
"Kami berharap masyarakat dapat mendukung program ini karena revitalisasi Sungai Bendung menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir di Kota Palembang," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Deni Prasetyo, menyebut pekerjaan fisik revitalisasi Sungai Bendung dijadwalkan mulai berlangsung pada Agustus 2026.
Melalui proyek tersebut, kapasitas aliran Sungai Bendung diharapkan meningkat sehingga mampu mengurangi genangan dan banjir di sejumlah kawasan yang selama ini menjadi langganan terdampak saat musim hujan.
"Pemkot Palembang bersama BBWS Sumatera VIII pun terus mempercepat penyelesaian berbagai tahapan persiapan agar proyek dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan," tutupnya.
