Karhutla Sumsel Meningkat, Lima Daerah Kini Berstatus Zona Merah

Sumatera Selatan

Karhutla Sumsel Meningkat, Lima Daerah Kini Berstatus Zona Merah

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Senin, 13 Jul 2026 11:31 WIB
Rekapitulasi kejadian karhutla di Sumsel.
Foto: Rekapitulasi kejadian karhutla di Sumsel. (Dok. BPBD Sumsel)
Palembang -

Status daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kembali mengalami peningkatan. Hingga saat ini, sudah lima kabupaten masuk kategori zona merah. Penetapan status itu berdasarkan jumlah kejadian di daerah oleh BPBD Sumsel.

Peningkatan kejadian di Banyuasin membuat wilayah yang berdampingan dengan Kota Palembang ini masuk dalam kategori tersebut. Sebelumnya, empat daerah yang lebih dulu berstatus zona merah adalah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Banyuasin (Muba), Ogan Ilir, dan Muara Enim. Lima daerah ini memiliki lebih dari 30 kejadian.

"Kini ada lima daerah yang ditetapkan zona merah karena memiliki lebih dari 30 kejadian karhutla di wilayahnya. Terbaru di Banyuasin yang terus naik menjadi 36 kejadian," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Senin (13/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut, wilayah terbanyak kejadian karhutla berada di PALI dengan 57 kejadian. Disusul Muba 49 kejadian, Ogan Olir 42 kejadian, Banyuasin 37 kejadian, dan Muara Enim 33 kejadian.

Selain mengklasifikan wilayah zona merah, BPBD juga memetakan status dengan kategori zona oranye dengan 15-30 kejadian. Wilayah yang masuk zona ini adalah OKU 19 kejadian, Palembang 18 kejadian, OKI dan Muratara masing-masing 17 kejadian.

ADVERTISEMENT

Sementara zona kuning (1-15 kejadian) berada di wilayah Mura 8 kejadian, Prabumulih 8 kejadian, OKU Timur 7 kejadian, Lahat 5 kejadian, Lubuklinggau 2 kejadian, dan OKU Selatan 1 kejadian.

"Pagar Alam dan Empat Lawang belum ada laporan kejadian, dua daerah itu masih zona hijau," katanya.

Sepanjang 1 Januari-11 Juli, jumlah kejadian karhutla di Sumsel tercatat sebanyak 321 kejadian. Angka itu terus mengalami peningkatan secara harian, mengingat kondisi cuaca pada musim kemarau.

Sementara total luas karhutla di Sumsel sepanjang Januari-Mei 2026, berdasarkan analisa citra satelit Sipongi mencapai 305,39 hektare.

"Seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan agar tidak terjadi karhutla yang meluas," ungkapnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads