Gunung Anak Krakatau Erupsi Beruntun pada Jumat Sore, Status Masih Siaga

Sumatera Selatan

Gunung Anak Krakatau Erupsi Beruntun pada Jumat Sore, Status Masih Siaga

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Sabtu, 11 Jul 2026 09:30 WIB
Gunung Anak Krakatau erupsi beruntun pada Jumat sore
Gunung Anak Krakatau erupsi beruntun pada Jumat sore (Foto: Istimewa)
Lampung Selatan -

Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, kembali mengalami erupsi beruntun. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung api tersebut meletus empat kali dalam kurun waktu sekitar satu jam pada Jumat (10/7/2026) sore.

Letusan pertama terjadi pukul 16.42 WIB dengan kolom abu setinggi 250 meter di atas puncak. Aktivitas vulkanik kembali terjadi pada pukul 16.57 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 200 meter.

Erupsi kemudian kembali terekam pada pukul 17.49 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 100 meter. Dua menit berselang, tepat pukul 17.51 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali memuntahkan abu vulkanik setinggi 200 meter di atas puncak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pengamatan PVMBG, seluruh kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara, timur laut, serta barat laut. Rangkaian erupsi itu juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 43 hingga 55,2 milimeter dan durasi antara 33 sampai 49 detik.

ADVERTISEMENT

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan Andi Suwardi mengatakan aktivitas vulkanik masih fluktuatif, namun status gunung api tersebut tetap berada pada Level III atau Siaga.

"Status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III (Siaga)," ujar Andi Suwardi dalam keterangannya, Jumat.

Andi mengingatkan masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pendaki agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Warga diminta tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif karena potensi erupsi masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

PVMBG memastikan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara intensif. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari otoritas vulkanologi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads