Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, dipastikan masih berjalan normal meski status Gunung Anak Krakatau naik menjadi Level III (Siaga). KSOP menyatakan belum ada gangguan terhadap operasional kapal di lintasan Bakauheni-Merak.
Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni Suratno mengatakan seluruh layanan penyeberangan masih berlangsung seperti biasa. Saat ini terdapat 28 kapal yang beroperasi melayani penumpang dan kendaraan melalui tujuh dermaga di Pelabuhan Bakauheni.
"Untuk saat ini jalur penyeberangan Bakauheni-Merak masih aman. Operasional kapal berjalan normal dan masyarakat tidak perlu khawatir, namun tetap kami imbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah," katanya, Kamis (9/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, KSOP terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau untuk memastikan keselamatan pelayaran di Selat Sunda. Pemantauan dilakukan melalui wilayah kerja KSOP di Pulau Sebesi serta mengacu pada informasi resmi yang diterbitkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Kami terus memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Selain pemantauan melalui wilayah kerja di Pulau Sebesi, kami juga mengikuti informasi resmi dari Kementerian ESDM melalui PVMBG sebagai dasar pengambilan langkah-langkah keselamatan pelayaran," ujarnya.
Meski operasional kapal belum terdampak, KSOP telah menerbitkan imbauan kepada seluruh nakhoda dan operator kapal agar meningkatkan kewaspadaan saat berlayar di Selat Sunda. Mereka diminta mengantisipasi potensi letusan, sebaran abu vulkanik, lontaran material, hingga gangguan terhadap navigasi.
KSOP juga mengingatkan seluruh kapal agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer dari kawah aktif sebagaimana rekomendasi PVMBG.
Sejauh ini, arus penumpang dan kendaraan di lintasan Bakauheni-Merak masih berjalan lancar dan belum ada kebijakan pembatasan maupun penghentian operasional akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
