ilayah zona merah (di atas 30 kejadian) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus bertambah. Kini, ada empat kabupaten di Sumsel yang masuk dalam kategori tinggi kejadian karhutla. Total kasus di empar daerah itu 166 kejadian.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan empat daerah zona merah itu adalah PALI dengan 52 kejadian, Musi Banyuasin (Muba) 43 kejadian, Ogan Ilir 39 kejadian, dan Muara Enim 32 kejadian.
Jumlah kejadian itu terus mengalami kenaikan seiring menurunnya intensitas hujan di wilayah Sumsel. Hingga kini, total kasus karhutla di Sumsel mencapai 282 kejadian.
"Secara keseluruhan jumlah kejadian karhutla di Sumsel mencapai 282 kejadian. Dari jumlah tersebut, ada empat daerah yang masuk kategori zona merah karena mencatat lebih dari 30 kejadian," ujar Sudirman, Rabu (8/7/2026).
Selain itu, terdapat tiga daerah yang masuk zona oranye atau mencatat 15 hingga 30 kejadian karhutla. Ketiga daerah tersebut yakni Banyuasin sebanyak 30 kejadian, Musi Rawas Utara (Muratara) 17 kejadian, dan Ogan Komering Ulu (OKU) 16 kejadian.
Sementara itu, enam daerah lainnya masuk zona kuning karena jumlah kejadian karhutla masih di bawah 15. Rinciannya, Ogan Komering Ilir (OKI) 12 kejadian, Musi Rawas (Mura) 8 kejadian, Prabumulih 7 kejadian, OKU Timur 6 kejadian, Lahat 3 kejadian, dan Kota Lubuklinggau 1 kejadian.
"Sedangkan Pagar Alam dan OKU Selatan masih belum terdapat laporan karhutla atau masuk zona hijau," tambahnya.
Menurut Sudirman, pemetaan berdasarkan zonasi tersebut menjadi dasar BPBD bersama instansi terkait untuk menentukan prioritas patroli, pemantauan, dan upaya penanganan di lapangan.
"Terutama di wilayah dengan kejadian karhutla yang tinggi," katanya.
"Kami terus meningkatkan patroli dan pemantauan di daerah yang masuk zona merah. Daerah-daerah tersebut menjadi prioritas agar kebakaran tidak terjadi, apalagi saat ini sudah musim kemarau," sambungnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu karhutla. Masyarakat diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin.
Simak Video "Memeragakan Fashion Show Kerajinan Purun Bersama Warga Desa Burai Sumatera Selatan "
(dai/dai)