5 Daerah Sumsel Terjadi Karhutla, Sejumlah Wilayah Masih Berasap

Sumatera Selatan

5 Daerah Sumsel Terjadi Karhutla, Sejumlah Wilayah Masih Berasap

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Senin, 06 Jul 2026 16:00 WIB
Lahan terbakar di wilayah Ogan Ilir.
Foto: Lahan terbakar di wilayah Ogan Ilir. (Dok. BPBD Sumsel)
Palembang -

Sejumlah daerah di Sumatera Selatan terjadi kebakaran hutan dan lahan pada Minggu (5/7/2026). Sebagian berhasil dipadamkan, beberapa wilayah masih berasap. Lahan yang terbakar mencapai 11 hektare.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan dari pantauan patroli udara ditemukan sembilan titik api atau firespot. Lokasinya tersebar di lima kabupaten di Sumsel.

"Ada 9 firespot, tersebar di Banyuasin (1 titik), Ogan Ilir (2 titik), PALI (2 titik), Muba (2 titik), dan OKU Timur (2 titik). Empat helikopter dikerahkan untuk proses pemadaman," ujar Sudirman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diungkapkan Sudirman, Helikopter VH-UHG/UH-60A melakukan dua kali sorti pemadaman di wilayah Semendawai Barat di OKU Timur dan Indralaya Utara di Ogan Ilir. Di OKU Timur dilakukan 14 kali water bombing dengan luas terbakar 2 hektare dan padam.

"Sedangkan di Ogan Ilir dilakukan 52 kali water bombing dengan luas terbakar 3 hektare. Kondisinya masih berasap," katanya.

ADVERTISEMENT

Helikopter VH-8UL/Sikorsky UH-60L melakukan pemadaman di wilayah PALI. Karhutla terjadi di Penukal Utara dengan luas lahan terbakar 2 hektare. Dilakukan 37 kali water bombing. Hingga akhir pemadaman, kondisi masih berasap tipis.

Helikopter N360UH/UH-60A melakukan dua kali sorti di Muara Kuang di Ogan Ilir dan Rantau Bayur di Banyuasin. Di Ogan Ilir, luas lahan terbakar sekitar 2 hektare, pemadaman dilakukan dengan 15 kali water bombing dan berhasil padam.

"Sedangkan di Banyuasin luas lahan terbakar 2 hektare dan dilakukan 22 kali water bombing," ungkapnya.

"Helikopter MI-8AMT/RA-22747 juga membantu pemadaman di Rantau Bayur dengan 34 kali water bombing. Hingga akhir pemadaman kondisinya masih berasap," sambungnya.

Patroli udara akan kembali dilakukan untuk memantau kondisi karhutla yang masih berasap.

"Jika masih terpantau asap, helikopter water bombing akan kembali dikerahkan untuk pemadaman," tukasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads