Duka mendalam menyelimuti keluarga Wayan Dwi Kurniawan (28), warga Desa Kosgoro, Kecamatan STL Ulu Terawas, Musi Rawas. Pasalnya korban yang meninggal dunia usai motor yang dikendarainya menabrak bus tersebut tengah bersiap untuk menikah.
Diketahui kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Lintas Provinsi, tepatnya di wilayah Bukit Beton, Desa Kosgoro, Kecamatan STL Ulu Terawas, Musi Rawas, Sumatera Selatan, pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Diketahui saat itu Wayan mengendarai sepeda motor Honda Supra hitam tanpa nomor polisi dari arah Desa Kosgoro menuju Kecamatan STL Ulu Terawas atau arah Kota Lubuklinggau. Setibanya di lokasi kejadian, motor yang dikendarainya bertabrakan dengan bus Mitsubishi Canter putih bernopol KT-7025-KU yang datang dari arah berlawanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat benturan keras, korban mengalami luka berat di bagian kepala belakang dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara sang sopir bus yakni Adi Suwandino (55) dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
Paman korban bernama Sahlin mengatakan Wayan merupakan calon pengantin yang baru saja melangsungkan lamaran sekitar dua pekan sebelum kecelakaan tersebut. Rencananya Wayan akan menikah dengan kekasihnya pada pertengahan September 2026.
"Anak kami ini bekerja di PT KIS. Kebiasaannya memang saat jam istirahat pulang ke rumah untuk makan siang. Pas kejadian dia sedang dalam perjalanan pulang makan siang, tetapi sudah ajalnya di perjalanan mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia," katanya, Minggu (28/6/2026).
Sahlin mengatakan kecelakaan tersebut diduga terjadi saat korban berusaha menyalip kendaraan di depannya. Saat itu kondisi jalan menyempit karena adanya antrean kendaraan yang mengisi BBM di SPBU Bukit Beton.
"Dari keterangan warga yang berada di lokasi, waktu kejadian itu ada antrean kendaraan di SPBU sehingga jalan menjadi sempit. Pas dia mau menyalip itu kondisi jalan juga rusak sehingga terjadi kecelakaan. Waktu itu dia sendirian karena memang mau pulang makan siang," jelasnya.
Usai kejadian tersebut, Sahlin membeberkan pihak keluarga masih sangat berduka, terutama tunangan korban yang terus menangis sejak mendengar kabar duka tersebut.
"Dari kejadian itu tunangannya menangis terus. Siapa yang tidak sedih, rencananya mau menikah tetapi dipisahkan oleh ajal. Orang tuanya juga masih syok, apalagi ibunya baru pulang dari kondangan dan langsung mendapat kabar anaknya meninggal karena kecelakaan," ungkapnya.
Sahlin membeberkan pihak sopir bus yang terlibat dalam kecelakaan tersebut telah menunjukkan itikad baik dan bertanggung jawab atas kejadian itu.
"Saat kejadian mereka konvoi lima atau enam mobil. Untuk yang terlibat itu mobil paling depan. Mereka langsung melapor ke Polres Muratara dan bertanggung jawab," tuturnya.
