PDAM Tak Mengalir Sebulan, Warga Lubuklinggau Kesulitan Air Bersih

Sumatera Selatan

PDAM Tak Mengalir Sebulan, Warga Lubuklinggau Kesulitan Air Bersih

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Jumat, 26 Jun 2026 23:30 WIB
Ilustrasi keran air di hotel
Foto: Ilustrasi keran air (Getty Images/iStockphoto/Boyloso)
Lubuklinggau -

Warga RT-06 dan RT-09, Kelurahan Cereme Taba, Lubuklinggau, Sumatera Selatan mengeluhkan layanan air bersih PDAM yang tidak mengalir selama sebulan lebih ke tempat mereka. Akibatnya para warga kesulitan mendapat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Diketahui wilayah yang terdampak akibat hal tersebut yakni Jalan Karya II, RT-06 dan RT-09, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Kondisi ini pun membuat para warga resah, terlebih saat musim kemarau saat ini yang menyebabkan sejumlah sumur warga mulai mengalami kekeringan. Warga menyebut terhentinya distribusi air bersih berdampak pada berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci hingga kebutuhan sehari-hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang warga RT-09 bernama Tina mengaku pasokan air PDAM ke rumah-rumah warga telah lama terhenti dan hingga kini belum kembali normal.

"Sudah hampir satu bulan ini air tidak mengalir. Kami sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya, Kamis (25/6/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Tina, kondisi tersebut sangat menyulitkan masyarakat yang bergantung pada layanan PDAM untuk kebutuhan rumah tangga. Ia juga mengaku kecewa dengan pelayanan pihak PDAM yang kurang maksimal.

"Kalau terus-terusan begini ya pastinya susah. Kami ini pelanggan, tetapi air lebih sering mati daripada hidup," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga RT-06 bernama Hengki. Ia mengatakan banyak warga yang hanya mengandalkan pasokan air PDAM sehingga mengalami kesulitan sejak distribusi air terhenti.

"Kami berharap Pemerintah Kota Lubuklinggau dan manajemen PDAM Tirta Bukit Sulap segera mengambil langkah dalam mengatasi persoalan tersebut," ungkapnya.

Hengki menambahkan, musim kemarau yang sedang berlangsung membuat kondisi semakin berat karena sejumlah sumur warga mulai mengering.

"Kami ini butuh penjelasan terkait distribusi air yang mandek. Jika permasalahan itu dampak dari warga yang menunggak, mestinya warga tersebut yang dihentikan distribusi airnya, bukan secara keseluruhan," ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Hengki membeberkan para warga saat ini mengandalkan sumur milik warga lain maupun sumur masjid di sekitar lingkungan mereka.

"Karena kondisi cuaca panas dan kemarau, tentu debit airnya juga mulai menyusut. Kamu terpaksa ngambil air di sumur masjid untuk kebutuhan sehari-hari," tuturnya.

Sementara itu, pihak pelayanan PDAM Tirta Bukit Sulap saat dikonfirmasi detikSumbagsel belum memberikan tanggapan terkait peristiwa tersebut.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads