Antisipasi karhutla, Bupati Muba Minta Personel Maksimal hingga Tingkat Desa

Sumatera Selatan

Antisipasi karhutla, Bupati Muba Minta Personel Maksimal hingga Tingkat Desa

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Kamis, 18 Jun 2026 21:30 WIB
Bupati Muba Toha Tohet cek kesiapan sarana prasarana penanganan karhutla.
Bupati Muba cek kesiapan sarana prasarana penanganan karhutla (Foto: Istimewa/Pemkab Muba)
Muba -

Bupati Musi Banyuasin (Muba) M Toha Tohet menyebut kondisi musim kemarau 2026 lebih kering dari tahun sebelumnya. Kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan ditingkatkan bersama seluruh pihak terkait.

Dia juga meminta masyarakat dan pihak-pihak lain untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, sebagian besar kejadian karhutla disebabkan oleh faktor manusia.

"Yang harus diingat, 90 persen karhutla disebabkan oleh ulah manusia. Kemarau normal pun bisa menjadi bencana jika kita lengah. Karena itu saya tegaskan, tidak ada toleransi untuk keterlambatan dan ketidakmaksimalan tim dalam menanggulangi karhutla," ujar Toha saat apel siaga karhutla di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (18/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia juga menekankan bahwa pengendalian karhutla tidak boleh berhenti di tingkat kabupaten. Kecamatan dan desa harus menjadi ujung tombak dalam upaya pencegahan dan penanganan dini.

ADVERTISEMENT

Dia juga meminta para camat untuk memastikan kesiapan wilayah masing-masing, melakukan pengawasan secara berkelanjutan, serta memperkuat koordinasi dengan perusahaan dan elemen masyarakat.

"Kita sadar, hutan dan lahan gambut Muba seluas 694 ribu hektare adalah paru-paru dunia. Sekali terbakar, bukan hanya Muba yang terdampak, tetapi juga Palembang, Jambi bahkan negara tetangga," ungkapnya.

Sementara itu Kalaksa BPBD Muba Marko Susanto menyebur pemkab telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla. Kebijakan tersebut didasarkan pada prakiraan BMKG yang memprediksi awal musim kemarau dimulai pada dasarian ketiga Mei 2026 dengan puncaknya terjadi pada Agustus 2026.

Selain itu, sifat hujan diperkirakan normal hingga di bawah normal, disertai potensi hari tanpa hujan lebih dari 20 hari berturut-turut pada wilayah gambut di Muba.

Usai apel, dilaksanakan penandatanganan komitmen sinergi penanggulangan karhutbunlah oleh unsur forkopimda, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Dalam apel itu, juga ditinjau kesiapsiagaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana untuk menghadapi musim kemarau tahun ini



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads