Mengenal Tradisi 1 Muharram di Lampung, Warisan Budaya yang Masih Terjaga

Lampung

Mengenal Tradisi 1 Muharram di Lampung, Warisan Budaya yang Masih Terjaga

Rika Amelia - detikSumbagsel
Senin, 15 Jun 2026 21:00 WIB
5 Fakta Tradisi Tumpengan di Istana Negara Setiap 17 Agustus
Foto: Ilustrasi nasi tumpeng (Getty Images/MielPhotos2008)
Lampung -

Tahun Baru Islam atau 1 Muharram menjadi momen penting bagi umat Muslim berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, namun juga untuk mempererat silaturahmi dan melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Di Provinsi Lampung, masyarakat memiliki beragam tradisi yang masih dijalankan untuk menyambut datangnya 1 Muharram. Tradisi tersebut tidak hanya mengandung nilai keagamaan, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Lantas, apa saja tradisi 1 Muharram di Lampung yang masih dilestarikan hingga saat ini? Berikut ulasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tradisi 1 Muharram di Lampung yang Masih Dilestarikan

1. Pawai Obor

Dikutip instagram resmi @tendinglampung, salah satu tradisi yang paling dikenal dalam menyambut 1 Muharram di Lampun yakni pawai obor. Tradisi ini biasanya digelar pada malam pergantian tahun Hijriah yang diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Para peserta pawai berjalan berkeliling kampung atau lingkungan sekitar sambil membawa obor yang menyala.

Suasana pawai obor semakin meriah dengan lantunan sholawat, takbir, dan berbagai syiar Islam yang dikumandangkan sepanjang perjalanan. Di sejumlah wilayah, pawai tidak hanya dilakukan dengan berjalan kaki, tetapi juga disertai iring-iringan kendaraan atau mobil yang memimpin barisan di bagian depan. Tradisi ini menjadi simbol semangat dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam.

ADVERTISEMENT

2. Doa Bersama dan Istighatsah

Melansir laman MUI Lampung Digital, masyarakat Lampung juga sering menggelar doa bersama dan istighatsah yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas datangnya Tahun Baru Islam. Kegiatan ini biasa nya dilaksanakan di masjid, mushola, maupun balai pertemuan warga dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat setempat.

Melalui doa bersama, masyarakat memohon keselamatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru. Selain memiliki nilai spiritual yang tinggi, kegiatan ini juga menjadi sarana yang sering digunakan untuk mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat ukhuwah Islamiah.

3. Lomba Islami

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah masjid di Lampung mulai mengadakan berbagai perlombaan Islami untuk anak-anak dalam rangka memperingati 1 Muharram. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai keislaman sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap masjid sejak dini.

Berbagai perlombaan yang sering digelar antara lain lomba adzan, mewarnai kaligrafi, hafalan doa harian, hingga cerdas cermat Islami. Selain menjadi ajang edukasi, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi, dan mengisi waktu dengan aktivitas yang positif.

4. Tumpengan dan Makan Bersama

Tradisi tumpengan juga masih dapat ditemukan di beberapa daerah di Lampung saat peringatan 1 Muharram. Masyarakat membawa berbagai makanan dan hidangan yang kemudian dinikmati bersama setelah rangkaian doa dan pengajian selesai dilaksanakan.

Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan. Selain itu, kegiatan makan bersama juga mencerminkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan keharmonisan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lampung.

5. Pengajian dan Ceramah Keagamaan

Pengajian dan ceramah agama menjadi salah satu kegiatan yang hampir selalu hadir dalam peringatan Tahun Baru Islam di Lampung. Kegiatan ini biasanya menghadirkan ustaz atau tokoh agama untuk menyampaikan tausiah mengenai makna hijrah dan pentingnya introspeksi diri.

Melalui pengajian, masyarakat diajak untuk menjadikan momen pergantian tahun Hijriah sebagai kesempatan memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Karena itu, tradisi ini tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga sarana pendidikan spiritual bagi masyarakat.

Demikian informasi mengenai tradisi 1 Muharram di Lampung yang masih dilestarikan hingga saat ini. semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan detikers ya!

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads