Salah satu amalan yang kerap dilakukan umat Islam saat Tahun Baru Islam tiba adalah membaca doa awal tahun. Doa ini biasanya dipanjatkan setelah menunaikan salat Magrib, sebagai penanda dimulainya 1 Muharram dalam kalender Hijriah.
Amalan ini menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kelancaran, keberkahan, dan kebaikan di sepanjang tahun yang baru. Namun, mungkin masih ada sebagian umat Islam yang belum mengetahui atau lupa dengan bacaan doa awal tahun tersebut.
Berikut detikSumbagsel sajikan bacaan doa awal tahun lengkap dengan Arab, latin, arti, hingga penjelasan hukumnya. Yuk, cek!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doa Awal Tahun: Arab, Latin-Arti
Dikutip dari buku Majmu' Ad-Da'awaat: Kumpulan Doa-Doa Pilihan karya Ust. Risky Aviv Nugroho, M.Pd., berikut ini bacaan doa awal Tahun Baru Islam 1 Muharram,
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Arab latin: Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya: Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.
Apakah Ada Anjuran Membaca Doa Awal Tahun Baru Islam?
Doa akhir dan awal tahun kerap dibaca oleh umat muslim dalam rangka menyambut pergantian tahun, khususnya pada malam 1 Muharram. Namun, perlu diingat jika praktik ini bukan berasal dari ajaran Rasulullah SAW.
Dikutip dari buku Di Balik 7 Hari Besar Islam karya Muhammad Sholikhin dijeklaskan bahwa doa tersebut tidak terdapat dalam hadist sahih, musnad, bahkan dalam kumpulan hadits palsu sekalipun. Artinya, doa akhir dan awal tahun bukan bagian dari ajaran yang diwariskan langsung oleh Nabi Muhammad SAW, melainkan merupakan hasil ijtihad para ulama.
Menurut Muhammad Sholikhin, doa tersebut kemungkinan dirancang sebagai bentuk perlawanan atas tradisi yang mengarah pada kemusyrikan. Tujuannya untuk mengisi momen tahun baru dengan amalan-amalan yang bernilai pahala.
Meski begitu, bukan berarti doa tersebut dilarang. Sebab doa apapun selama untuk kebaikan dan tidak mengandung kemusyrikan tidaklah terlarang. Dengan demikian membaca doa di momen pergantian tahun tetap dapat menjadi sarana refleksi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Asalkan tidak diyakini sebagai ajaran wajib atau sunnah.
Keutamaan Bulan Muharram
Dilansir dari buku Khotbah Jumat Sepanjang Tahun oleh M. Rouful Wahab & S.M. Hamzah, laman Baznas, dan sumber lainnya, berikut sejumlah keutamaan bulan Muharram, antara lain:
1. Bulan yang Dimuliakan Allah SWT
Salah satu keutamaan bulan Muharram yang paling utama adalah statusnya sebagai bulan haram (suci). Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36)
Empat bulan haram tersebut antara lain Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
2. Bulan Allah SWT
Bulan Muharram juga disebut sebagai syahrullah atau bulan Allah. Penyandaran nama bulan ini kepada lafaz Allah menunjukkan kemuliaan dan keagungannya di sisi-Nya.
Rasulullah SAW pun dalam sabdanya menyebut Muharram sebagai bulan Allah. Hal itu disebutkan dalam sebuah riwayat dari Abu Dzar RA berikut:
"Aku bertanya kepada Rasulullah SAW: "Malam apakah yang lebih baik dan bulan apakah yang lebih utama?" Beliau menjawab: "Sebaik-baik malam adalah pertengahannya. Bulan yang paling utama adalah bulan Allah yang kalian sebut Muharram." (HR An-Nasa'i)"[3]
3. Tanggal 10 Muharram adalah Hari Asyura
Pada bulan Muharram terdapat hari Asyura, yakni pada tanggal 10 Muharram. Tanggal ini diyakini sebagai hari yang penting dalam sejarah para nabi.
Hal tersebut sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
إِنَّ عَاشُورَاءَ يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ الهِ
Artinya: "Sesungguhnya Asyura merupakan hari diantara hari-hari Allah." (HR Muslim)
Hari Asyura juga dikenal sebagai hari yang menyimpan banyak peristiwa penting dalam sejarah para nabi. Pada hari ini, Allah SWT menunjukkan pertolongan dan kemenangan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Kisah tersebut dijelaskan dalam hadis berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا ، قَالَ: قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المَدِينَةَ فَرَأَى اليَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ ، فَقَالَ: «مَا هَذَا؟»، قَالُوا: هَذَا يَوْمٌ صَالِحُ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى الله بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدْوَهِمْ، فَصَامَهُ مُوسَى، قَالَ: «فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ، فَصَامَهُ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Artinya: "Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata: "Nabi SAW tiba di Madinah, maka beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa Hari 'Asyura. Beliau bertanya kepada mereka: "Ada apa ini?" Mereka menjawab, "Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini." Nabi SAW bersabda, "Saya lebih layak dengan nabi Musa dibandingkan kalian." Maka beliau berpuasa 'Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa 'Asyura. (HR Bukhari)[6]
4. Bulan untuk Mematangkan Langkah Terbaik
Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam sistem kalender Islam, sehingga awal bulan ini seharusnya dapat menjadi titik balik untuk merencanakan, mematangkan, dan melakukan hal terbaik dalam hidup kita.
Oleh karena itu bulan Muharram merupakan salah satu momentum yang tepat bagi umat Islam, yakni menjadikan pergantian tahun baru Islam sebagai sarana untuk muhasabah diri atas berbagai perbuatan yang dilakukan tahun lalu serta menyusun rencana yang lebih baik.
Demikian informasi mengenai doa awal Tahun Baru Islam lengkap Arab, latin, hingga artinya. Semoga bermanfaat, ya!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(rep/rep)
