Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam: Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Bagus Nugroho - detikSumbagsel
Minggu, 14 Jun 2026 10:00 WIB
Foto: Ilustrasi berdoa di Tahun Baru Islam (ANTARA FOTO)
Palembang -

Pergantian tahun dalam kalender Hijriah sebentar lagi tiba. Pada momen ini, banyak umat muslim yang mengamalkan doa akhir dan awal tahun baru Islam, sebagai salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pada hakikatnya, doa merupakan bentuk penghambaan dan pengakuan kepada Allah SWT. Doa bukan sekadar tentang meminta sesuatu, melainkan jembatan komunikasi seorang hamba dengan rabb-Nya.

Sebab itu, dalam menyambut tahun baru Islam, umat muslim dapat berdoa apa saja termasuk, doa akhir dan awal tahun. Berikut detikSumbagsel sajikan doa akhir dan awal tahun sebagaimana yang terdapat dalam kitab Maslakul Akhyar Karya Habib Utsman bin Yahya, Mufti Jakarta abad ke-19 hingga 20 Masehi. Yuk, simak!

Doa Akhir Tahun: Arab, Latin, dan Arti

Doa akhir tahun dibaca sebelum Magrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah. Doa ini hendaknya dibaca terlebih dahulu sebelum doa awal tahun. Berikut teks lengkapnya:

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Arab Latin: Allâhumma mâ 'amiltu min 'amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alâ 'uqûbatî, wa da'autanî ilat taubati min ba'di jarâ'atî 'alâ ma'shiyatik.

Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ 'amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa'attanî 'alaihits tsawâba, fa'as'aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha' rajâ'î minka yâ karîm.

Artinya: "Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.

Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang engkau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."

Doa Awal Tahun Baru Islam: Arab, Latin, dan Arti

Sesuai namanya, doa ini dibaca sesudah memasuki bulan Muharram. Doa ini dapat dibaca dengan harapan agar Allah memberikan rahmat, lindungan, keberkahan, keselamatan, dan berbagai kebaikan lainnya. Berikut bacaannya:

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Latin: Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Yang Dahulu, Yang Awal. Hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan kedermawanan-Mu yang mulia tempat bergantung. Tahun baru ini telah tiba. Aku memohon perlindungan kepada-Mu di tahun ini dari (godaan) setan dan sekutu-sekutunya, serta memohon pertolongan-Mu untuk mengalahkan hawa nafsu yang selalu memerintahkan kejahatan. Aku juga memohon bimbingan agar disibukkan dengan segala amal yang dapat mendekatkan diriku kepada-Mu, wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan."

Apakah Ada Anjuran Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam?

Doa akhir dan awal tahun kerap kali dibaca oleh umat muslim dalam rangka menyambut pergantian tahun, khususnya pada malam 1 Muharram. Namun, perlu diingat jika praktik ini bukan berasal dari ajaran Rasulullah SAW.

Dikutip dari buku Di Balik 7 Hari Besar Islam karya Muhammad Sholikhin dijeklaskan bahwa doa tersebut tidak terdapat dalam hadist sahih, musnad, bahkan dalam kumpulan hadits palsu sekalipun. Artinya, doa akhir dan awal tahun bukan bagian dari ajaran yang diwariskan langsung oleh Nabi Muhammad SAW, melainkan merupakan hasil ijtihad para ulama.

Menurut Muhammad Sholikhin, doa tersebut kemungkinan dirancang sebagai bentuk perlawanan atas tradisi yang mengarah pada kemusyrikan. Tujuannya untuk mengisi momen tahun baru dengan amalan-amalan yang bernilai pahala.

Meski begitu, bukan berarti doa tersebut dilarang karena doa apapun selama untuk kebaikan dan tidak mengandung kemusyrikan tidaklah terlarang. Dengan demikian membaca doa di momen pergantian tahun tetap dapat menjadi sarana refleksi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Asalkan tidak diyakini sebagai ajaran wajib atau sunnah.

Demikian informasi mengenai doa akhir dan awal tahun baru Islam. Semoga bermanfaat ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



Simak Video "Sambut Tahun Baru Islam, Santri di Lumajang Gelar Pawai Obor"

(dai/dai)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork