Doa Akhir dan Awal Tahun Islam 2026 Lengkap Amalan Menyambut Muharram

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Rabu, 10 Jun 2026 06:00 WIB
Ilustrasi seseorang sedang mengamalkan doa akhir dan awal tahun Islam. (Foto: Masjid Pogung Dalangan/Unsplash)
Palembang -

Menjelang pergantian tahun dalam kalender Hijriah, umat Islam dianjurkan melakukan berbagai ritual ibadah. Salah satunya adalah mengamalkan doa akhir dan awal tahun dengan khusyuk sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pada hakikatnya, doa adalah bentuk penghambaan dan pengakuan kepada Yang Maha Kuasa. Doa bukan sekadar cara untuk meminta sesuatu, melainkan sebagai jembatan komunikasi spiritual antar seorang hamba dengan penciptanya.

Oleh karena itu, menyambut pergantian tahun dalam kalender Hijriah atau penanggalan Islam dapat dimanfaatkan dengan berdoa apa saja kepada Allah SWT. Mulai dari keberkahan rezeki, jodoh, kesehatan, ampunan dosa, hingga karunia umur yang panjang dan bermanfaat.

Dalam kitab Maslakul Akhyar karya Habib Utsman bin Yahya, Mufti Jakarta abad ke-19 hingga 20 Masehi, tercantum doa akhir dan awal tahun. Doa ini dapat dibaca secara bersama-sama ataupun sendirian.

Inilah bacaan lengkap doa akhir dan awal tahun yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk disampaikan pada waktunya. Teks doa ini tersedia dalam tulisan Arab, Latin dan terjemahan.

Doa Akhir Tahun: Arab, Latin, dan Arti

Doa akhir tahun dibaca sebanyak 3 kali sebelum magrib pada hari terakhir bulan dzulhijjah. Doa ini dibaca lebih dulu daripada awal tahun. Adapun teks lengkapnya sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Arab Latin: Allâhumma mâ 'amiltu min 'amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alâ 'uqûbatî, wa da'autanî ilat taubati min ba'di jarâ'atî 'alâ ma'shiyatik.

Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ 'amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa'attanî 'alaihits tsawâba, fa'as'aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha' rajâ'î minka yâ karîm.

Artinya: "Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.

Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang engkau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."



Simak Video "Video Pramono: Toleransi Kunci Kehidupan di Jakarta Berjalan Baik"


(mep/mep)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork