Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di tiga wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Luas lahan yang terbakar mencapai 5 hektare. Pemadaman dilakukan dengan helikopter water bombing.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan kejadian karhutla di tiga wilayah itu adalah Musi Rawas Utara (Muratara), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin pada Rabu (27/5/2026).
Karhutla yang terjadi berdasarkan laporan patroli udara yang melakukan pengecekan di sejumlah wilayah rawan karhutla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, hasil laporan patroli udara menemukan lahan di tiga daerah Sumsel terbakar. Prioritas pemadaman dilakukan di Muratara dan Muba karena berpotensi meluas. Sedangkan di Banyuasin, karhutla terjadi di lahan sawah," ujarnya, Kamis.
Karhutla di Muba, terjadi di Sungai Keruh. Helikopter yang diturunkan ke wilayah itu melakukan 36 kali water bombing. Hingga akhir pemadaman, karhutla seluas 2 hektare belum padam. Upaya pemadaman di lokasi itu juga dilakukan oleh satgas darat.
Sedangkan di Muratara, karhutla terjadi di Karang Dapo seluas 2 hektare. Pemadaman juga dilakukan oleh satgas udara dengan melakukan 24 kali water bombing.
"Karhutla di Muratara sudah padam, sedangkan di Muba akan kita cek lagi hari ini," jelasnya.
Patroli wilayah rawan karhutla, juga terus dilakukan satgas udara dengan helikopter setiap hari. Saat ini, Sumsel mendapat bantuan 2 helikopter patroli dan 3 helikopter water bombing.
Sementara itu, berdasarkan data sebaran hotspot di wilayah Sumsel, pada Mei ini mengalami peningkatan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hingga 27 Mei, sebaran hotspot bulan ini mencapai 316 titik. Sedangkan pada April hanya terpantau 150 titik dan Maret 107 titik.
