Delapan daerah di Sumatera Selatan (Sumsel), sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama empat bulan dari Januari hingga April 2026. Dalam kebakaran itu luas lahan terbakar mencapai 182,54 hektare. Luas karhutla itu lebih tinggi dibandingkan 2024 dan 2025.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera Ferdian Kristanto mengatakan luas karhutla itu berdasarkan data https://sipongi.gakkumhut.go.id/ dan sifatnya masih rekapitulasi sementara.
"Luas karhutla pada Januari-April 2026 di Sumsel berdasarkan perhitungan karhutla periode Januari-April hasil analisa citra satelit oleh Kemenhut, BRIN dan Kementerian Lingkungan Hidup mencapai 182,54 hektare," ujar Ferdian, Kamis (28/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data luas tersebut, terdapat delapan daerah di Sumsel yang mengalami karhutla. Tertinggi berada di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara) seluas 53,2 hektare.
Kemudian karhutla yang terjadi di Musi Banyuasin (Muba) seluas 33,1 hektare, Muara Enim 31,9 hektare, Ogan Ilir 27,5 hektare, OKI 20 hektare, Banyuasin 9,4 hektare, dan OKU Selatan 1,4 hektare.
"Lahan yang terbakar didominasi tanah mineral seluas 181,4 hektare dan gambut 1,1 hektare. Luasan karhutla di lahan gambut itu terjadi di Muba," katanya.
Katanya, luasan karhutla pada periode 4 bulan pertama tahun ini lebih tingfi dibandingkam 2 tahun sebelumnya. Pada 2024, luas karhutla terdeteksi 144,2 hektare dan 2025 hanya 5 hektare.
Meski lebih rendah, Ferdian menyebut luasan karhutla tahun ini lebih rendah dibandingkan 2022 yang mencapai 485,1 hektare dan 2023 995,3 hektare.
