Malam Takbiran Idul Adha 2026: Jadwal, Bacaan, dan Ketentuannya

Bagus Rahmat Nugroho - detikSumbagsel
Senin, 25 Mei 2026 21:00 WIB
Ilustrasi takbiran (Foto: Gemini AI)
Palembang -

Malam takbiran Idul Adha selalu menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Euforia lantunan takbir yang berkumandang dan saling bersahut-sahutan menambah semarak Hari Raya keagamaan yang sangat berarti bagi umat Islam.

Pada tahun ini, Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, sehingga malam takbiran akan berlangsung pada Selasa (26/5/2026).

Bagi detikers yang ingin mengetahui jadwal dan ketentuannya, berikut detikSumbagsel sajikan informasi lengkap seputar malam takbiran Idul Adha 2026. Yuk, simak!

Jadwal Malam Takbiran Idul Adha 2026

Dilansir dari detikNews, takbiran Idul Adha dibagi menjadi dua berdasarkan waktu dikumandangkannya, yakni takbir mursal atau mutlak dan takbir muqayyad.

1. Takbir Mursal

Takbir Mursal, mulai dapat dilaksanakan pada 1 Dzulhijjah 1447 H atau Senin, 18 Mei 2026 dan berlangsung hingga malam hari sebelum sholat Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026. Namun dalam pelaksanaannya, takbir ini cenderung dikumandangkan pada malam Idul Adha.

2. Takbir Muqayyad

Sementara itu, takbir muqayyad dimulai setelah sholat Subuh pada Selasa, 26 Mei 2026 atau 9 Dzulhijjah. Pelaksanaannya kemudian berlanjut setiap selesai salat fardu hingga setelah sholat Asar pada Sabtu, 30 Mei 2026 atau 13 Dzulhijjah yang merupakan hari terakhir Tasyrik.

Bacaan Takbiran Idul Adha Lengkap

Secara hadis, tidak ada riwayat khusus yang mengatur mengenai bacaan teks takbiran Idul Adha. Dikutip dari laman NU Online, berikut 3 versi takbiran yang dapat umat muslim baca, antara lain:

1. Versi Pendek

Dalam kitab Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab, Iman An-Nawawi menjelaskan bacaan takbir di hari raya dilantunkan sebanyak 3x. Berikut ini lafalnya:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar

Artinya: "Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar."

2. Versi Panjang

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Arab Latin: Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu

Artinya: "Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya."

3. Versi dengan Tambahan Zikir

اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Arab Latin: Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil hamd.

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa wasubhaanallaahi bukrataw wa ashillaa.

Laa ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu Mukhlishiina lahuddiin Walau karihal kaafiruun Walau karihal munafiqun Walau karihal musyriku

Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, wa a'azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil hamd.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Maha Besar.
Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Allah maha besar dengan segala kebesaran. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.

Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya.

Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah."

Perbedaan Takbir Idul Fitri dan Idul Adha

Dikutip dari detikHikmah, takbir terbagi menjadi dua, yakni takbir mursal dan takbir muqayyad.

Dengan demikian, yang membedakan antara takbir Idul Adha dan Idul Fitri terletak pada waktu pelaksanannya. Pada Hari Raya Idul Adha umat muslim dianjurkan membaca takbir mursal pada malam 10 Dzulhijjah. Lalu disunnahkan juga membaca takbir muqayyad yang dimulai sejak hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan usai sholat Fardhu selama hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).

Sementara itu takbir Idul Fitri hanya dikumandangkan sejak malam 1 Syawal sampai esok pagi menjelang sholat Id, tanpa dilanjutkan dengan takbir muqayyad pada hari-hari berikutnya.

Demikian informasi mengenai malam takbiran Idul Adha 2026. Semoga bermanfaat, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



Simak Video "Video Menag Ungkap Aturan Takbiran saat Hari Nyepi di Bali: Tanpa Sound System"

(csb/csb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork