Harga Bahan Pangan di Palembang Berangsur Naik Jelang Dimulainya Program MBG

Sumatera Selatan

Harga Bahan Pangan di Palembang Berangsur Naik Jelang Dimulainya Program MBG

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Sabtu, 11 Jul 2026 22:30 WIB
Ilustrasi telur dan sembako
Ilustrasi telur ayam (Foto: Pixabay/EmAji)
Palembang -

Harga telur ayam dan daging ayam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, bertahap mengalami kenaikan, usai mengalami penurunan akibat libur sekolah dan program makan bergizi gratis (MBG) tak jalan sementara.

Berdasarkan pantauan harga di sejumlah pasar tradisional di Palembang, harga kedua bahan pokok tersebut mengalami kenaikan di kisaran Rp 2.000. Telur ayam kini dijual Rp 23.000 per kg setelah sempat dijual Rp 21.000 per kg.

"Ada beberapa komoditi tertentu yang mengalami kenaikan, telur ayam per hari ini kembali naik Rp 500. Ada kenaikan walaupun masih sedikit," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel Ruzuan Efendi, Sabtu (11/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan untuk harga daging ayam, saat ini para pedagang menjual di kisaran Rp 30.000 per kg. Dia menilai, kenaikan harga itu akibat meningkatnya permintaan. Termasuk akan dimulainya program MBG.

"SPPG mungkin sekitar minggu depan mulai menyetok bahan pangan, sehingga harga-harga kemungkinan bakal naik nantinya," katanya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data harga komoditas di sejumlah pasar di Palembang, beras premium dijual kisaran Rp 14.900 per kg, beras SPHP Rp 12.000 per kg.


Kemudian bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp 40.000-Rp 45.000 per kg, cabai merah keriting Rp 30.000-Rp 35.000 per kg, dan cabai rawit merah Rp 45.000 per kg.

Sementara itu, harga daging sapi berada di angka Rp 150.000 per kg. Gula pasir dijual Rp 18.500-Rp 19.000 per kg, Minyakita Rp 16.000-Rp 17.000 per liter, minyak goreng curah Rp 18.000 per liter, dan minyak goreng kemasan Rp 21.000-Rp 22.000 per liter.

Untuk komoditas perikanan, ikan kembung dijual Rp 40.000 per kg, ikan tongkol Rp 35.000 per kg, dan ikan bandeng Rp 30.000 per kg.

"Komoditit tertentu sebenarnya naik karena MBG akan dimulai," ujarnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads