Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. Gema takbir berkumandang menjadi pertanda Hari Raya Idul Adha telah tiba. Umat Islam akan silih berganti menyuarakan kebesaran Allah SWT sejak Maghrib 26 Mei 2026 hingga berakhirnya hari Tasyrik.
Dilansir laman muslim.or, ada dua jenis takbir Idul Adha yakni takbir muqayyad dan takbir mutlak. Pelaksanaan takbir muqayyad terikat dengan waktu tertentu. Umat Islam akan melantunkan bacaan takbir usai pelaksanaan salat fardu.
Sementera takbir mutlak tidak terikat waktu. Takbir ini boleh dilakukan kapan dan dimana saja sepanjang berlangsungnya Idul Adha. Allah SWT menganjurkan umat Islam memperbanyak membaca takbir pada saat Idul Adha dalam kondisi apapun dan dimana saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boleh saat berjalan, di kendaraan, bekerja hingga saat berbaring. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Hajj ayat 28 dan Al-Baqarah ayat 203. Begini bunyinya:
"Supaya mereka berzikir (menyebut) nama Allah pada hari yang telah ditentukan," (QS. Al Hajj: 28).
"Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang," (Qs. Al Baqarah: 203).
Jadwal Takbiran Idul Adha 2026
Pelaksanaan takbir muqayyad Idul Adha berlangsung pada malam 10 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah. Berdasarkan penetapan Kementerian Agama, 1 Dzulhijjah jatuh pada 18 Mei 2026. Artinya, takbiran akan dimulai pada malam 26 Mei 2026 hingga setelah salat Asar 30 Mei 2026.
Artinya, selama 5 hari gema takbir akan dilantunkan umat Islam usai melaksanakan ibadah salat. Sementar untuk takbir mutlak akan dilakukan pada amalan Idul Adha dan berakhir saat imam memulai Salat Id pada 10 Dzulhijjah.
Dalam kalender masehi pelaksanaannya dilakukan pada saat terbenamnya matahari pada 26 Mei 26 hingga 27 Mei 2026 saat pelaksanaan salat id dimulai. Lantunan ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Bacaan Teks Takbiran Idul Adha
Secara literasi hadis tidak ada riwayat khusus yang menentukan bacaan teks takbiran Idul Adha. Dilansir laman NU Online, ada 3 versi takbiran yang bisa dibacakan umat Islam. Di antaranya:
1. Versi Pendek
Dalam kitab Al-MAjmu' Syarhul Muhadzdzab, Imam An-Nawawi menjelaskan bacaan takbir di hari raya id dilantunkan sebanyak tiga kali. Berikut ini lafalnya:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar
Artinya: "Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar."
2. Versi Panjang
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Latin: Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu
Artinya: "Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya."
3. Versi Tambahan Zikir
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Latin: Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na'budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Artinya: "Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar."
Simak Video "Video: Anti Gagal! Ini 5 Trik Sate Kambing Ala Penjual Legendaris"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)











































