Harimau Mangsa 17 Kerbau di Muratara, Warga Takut ke Kebun

Sumatera Selatan

Harimau Mangsa 17 Kerbau di Muratara, Warga Takut ke Kebun

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Jumat, 22 Mei 2026 18:00 WIB
BKSDA melakukan mengecek lokasi penyerangan Harimau / Ternak warga di Muratara mati dimangsa harimau
BKSDA melakukan mengecek lokasi penyerangan Harimau / Ternak warga di Muratara mati dimangsa harimau (Foto : Istimewa)
Muratara -

Warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, dibuat resah dengan kemunculan harimau liar yang kerap memangsa ternak milik warga. Tercatat sudah 17 ekor kerbau menjadi korban serangan satwa liar tersebut.

Peristiwa itu terjadi di Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Muratara. Kemunculan harimau disebut sudah berlangsung sejak April 2026 hingga terakhir terlihat pada Rabu (20/5/2026).

Diketahui sudah ada 17 ekor kerbau yang dimangsa harimu liar tersebut yakni 13 ekor kerbau milik warga Desa Kuto Tanjung, dan 4 ekor kerbau milik warga Desa Napalicin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu warga Desa Kuto Tanjung Fauzi mengatakan keberadaan harimau yang kerap muncul di areal perkebunan membuat masyarakat takut beraktivitas di kebun.

"Yang menjadi kekhawatiran kita, harimau itu telah masuk ke areal perkebunan, bahkan beberapa orang pernah melihat harimau itu berada di pinggir perkampungan meskipun belum masuk ke pemukiman," katanya, Jumat (22/5/2026).

ADVERTISEMENT

Fauzi mengatakan berdasarkan keterangan warga yang lain, ada tiga ekor harimau yang kerap berkeliaran di sekitar perkebunan hingga membuat warga ketakutan. Bahkan beberapa warga disebut pernah berhadapan langsung dengan satwa tersebut.

"Kalau saya belum pernah, tapi orang tua saya sudah pernah bertemu, bahkan saat ini saja masih trauma dan tidak mau lagi ke kebun karet," ungkapnya.

Tak hanya mengancam keselamatan warga, kemunculan harimau juga berdampak pada sektor wisata di kawasan Air Terjun Batu Ampar yang berada di Desa Kuto Tanjung.

"Biasanya wisata air terjun itu ramai dikunjungi saat musim libur lebaran, kini menjadi sepi karena masyarakat takut datang setelah muncul kabar harimau masuk ke wilayah tersebut," jelasnya.

Camat Ulu Rawas M Darmawan juga membenarkan adanya teror harimau tersebut. Ia mengimbau masyarakat tetap waspada karena satwa liar itu diduga masih berada di sekitar kawasan hutan.

"Keberadaan mereka biasanya dipicu oleh ketersediaan makanan dan harimau tersebut informasinya berasal dari hutan TNKS (Nasional Kerinci Seblat). Kita sudah imbau kepada warga agar berhati-hati saat berada di dekat wilayah itu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel Yusmono mengatakan pihaknya sudah beberapa kali turun ke lokasi bersama pihak TNKS.

"Kita mengecek langsung dengan pihak TNKS juga, terus kita cek titik-titik lokasi ternak yang mati. Berdasarkan penelusuran petugas, kerbau-kerbau itu memang diliarkan oleh masyarakat dan kadang jauh dari pemukiman hingga ke bukit dan hutan. Sementara di sana dekat dengan kawasan TNKS yang merupakan habitat harimau," katanya.

Yusmono mengatakan pihaknya juga telah memasang kamera trap untuk memantau pergerakan harimau tersebut.

"Kemarin kita sudah memasang kamera trap untuk memprediksi pergerakan harimau itu ke mana arahnya dan sampai sekarang masih dianalisis," ujarnya.

Dari hasil identifikasi sementara, Yusmono mengungkapkan harimau yang berkeliaran itu diduga masih berusia muda.

"Kemungkinan itu harimau muda kalau dilihat dari jejaknya. Mungkin dia masih bereksplorasi di hutan tersebut untuk mencari makan," katanya.

Akibat kejadian tersebut, dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak lagi melepas ternak terlalu jauh ke kawasan hutan dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar TNKS.

"Kita mengimbau masyarakat agar jangan meliarkan lagi ternaknya hingga jauh ke hutan. Untuk aktivitas masyarakat lainnya harus hati-hati, jangan terlalu dekat dengan daerah TNKS dan jangan terlalu malam atau terlalu pagi juga," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads