Evaluasi CFD Palembang, Dishub: Penebalan Personel-Pemberlakuan Jalan Satu Arah

Sumatera Selatan

Evaluasi CFD Palembang, Dishub: Penebalan Personel-Pemberlakuan Jalan Satu Arah

Ani Safitri - detikSumbagsel
Kamis, 21 Mei 2026 23:30 WIB
Kabid Wasdalops Dishub Palembang Ak Julyanzah
Kabid Wasdalops Dishub Palembang Ak Julyanzah. (Foto: Ani Safitri)
Palembang -

Dinas Perhubungan Palembang terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan car free day (CFD), sebelum nantinya di-launching pada awal Juni. Penebalan personel di titik rawan macet dan pemberlakuan sistem jalan satu arah akan dilakukan dishub.

"Rapat hari ini mengenai teknis lapangan untuk kegiatan minggu depan, supaya minggu berikutnya lagi saat launching berjalan lancar. Jadi, apa-apa kendala yang terjadi di minggu kemarin, kita evaluasi hari ini. Insyaallah di awal bulan depan saat acara launching tidak ada kendala di lapangan," ujar Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian, dan Operasional (Wasdalops) Dishub Palembang Ak Julyanzah, Kamis (21/5/2026).

Salah satu poin krusial yang dievaluasi adalah pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Nagaswidak untuk mengurai kepadatan lalu lintas akibat aktivitas pasar. Selain itu, Dishub juga menyoroti titik penutupan jalan di kawasan Jembatan Ampera yang akan dibagi menjadi dua sesi, yakni pada pukul 08.00 WIB dan 09.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk rekayasa jalan masih sama, yang jelas di Nagaswidak kita bikin satu arah karena di sana ada pasar dan jalurnya padat. Kami juga meminta masyarakat untuk mematuhi jadwal penutupan Jembatan Ampera dan memanfaatkan jalur alternatif bebas hambatan melalui Jembatan Musi 4, Musi 6, maupun Musi 2," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Terkait pengamanan di lapangan, Dishub Palembang tidak bekerja sendiri. Penebalan personel akan dilakukan secara gabungan melibatkan unsur kepolisian dan pihak Kecamatan setempat untuk mengawal titik-titik krusial seperti di Jalan Kol Atmo, Jalan Merdeka, hingga di arah Jembatan Musi 6.

Selain mobilitas kendaraan, regulasi mengenai keterlibatan pelaku UMKM juga akan diperketat. Masyarakat diminta tidak sembarangan menggelar lapak dagangan di sepanjang area CFD. Pemkot Palembang sendiri telah menyiapkan area khusus bagi pedagang yang dikelola oleh komunitas resmi di lingkungan Masjid Lama.

"Fokus CFD ini untuk olahraga. Tapi untuk UMKM, sudah disiapkan tempat tersendiri. Kami juga mengimbau warga yang datang untuk mematuhi instruksi Pak Wali agar menjaga kebersihan dan membuang sampah makanan atau minuman pada tempat yang telah disediakan," pungkas Ak Julyanzah.

Menanggapi adanya pro dan kontra di tengah masyarakat mengenai kebijakan baru ini, Ak Julyanzah menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar dalam setiap program pemerintah yang bersifat masif.

"Di mana pun kegiatan baru, pro-kontra itu biasa. Tapi ini adalah kegiatan positif dari Pemerintah Kota, program dari Pak Wali yang dampaknya sangat bagus untuk masa depan masyarakat. Kami mohon dukungan dari masyarakat dan instansi terkait agar program ini sukses," katanya.

Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(rep/rep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads