Sopir mobil Toyota Rush bernopol BG-1805-OB berinisial YMA yang menabrak dan melindas bocah laki-laki berusia 7 tahun bernama Yahya di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, sudah diamankan polisi. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
Kejadian tersebut terjadi di Jalan Bengawan Solo, Gang Pangeran Ramitan, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan pada Sabtu (16/5/2026) pukul 17.56 WIB.
Diketahui awalnya mobil tersebut datang dari Jalan Bengawan Solo hendak berbelok masuk ke dalam Gang Pangeran Ramitan. Pada saat mobil berbelok masuk ke dalam gang tersebut, korban yang saat itu berada di pinggir jalan tertabrak dan terlindas oleh mobil tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet di bagian hidung, dagu, dada, serta kedua dengkul dan kakinya. Kemudian terdapat luka memar di bagian dada dan perut korban sehingga ia langsung di rawat di Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau.
Kasat Lantas Polres Lubuklinggau AKP Desi Azhari mengatakan setelah pihak keluarga korban membuat laporan atas kejadian tersebut pada Senin (18/5/2026), pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan sopir tersebut.
"Ya benar, sopir mobil itu sudah diamankan, mobilnya (Toyota Rush) juga sudah diamankan di Kantor Satlantas Polres Lubuklinggau. Sopir ini masih bertetangga dengan korban," katanya, Rabu (20/5/2026).
Desi mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
"Sekarang dalam tahap penyelidikan terlebih dahulu, kemudian akan dilakukan pemeriksaan saksi-saksi," ungkapnya.
Sementara korbannya Yahya, masih berada di Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau setelah menjalani operasi.
"Dari informasi yang kami dapat, korban masih dirawat di rumah sakit akibat kejadian tersebut," ujarnya.
Terkait informasi sopir mobil akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut, Desi mengaku tidak mengetahui akan hal tersebut.
"Terkait informasi itu (berdamai), kami tidak mengetahuinya. Hal itu merupakan urusan pribadi antara sopir dan keluarga korban. Namun yang pasti kami sudah melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut," ujarnya.
