64 Ribu Warga di Muratara Terdampak Banjir, 5 Jembatan Putus-4 Rumah Hanyut

Sumatera Selatan

64 Ribu Warga di Muratara Terdampak Banjir, 5 Jembatan Putus-4 Rumah Hanyut

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Sabtu, 09 Mei 2026 12:30 WIB
Dua kecamatan di Muratara tergenang banjir
Dua kecamatan di Muratara tergenang banjir (Foto: Istimewa/BPBD Muratara)
Muratara -

Sebanyak 64.624 warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, terdampak banjir. Selain itu, terdapat lima jembatan gantung putus dan empat rumah hanyut akibat banjir tersebut.

Kabid Kesiapsiagaan BPBD Muratara Mugono mengatakan dari hasil data sementara, banjir yang terjadi sejak Kamis (7/5/2026) tersebut telah merendam empat kecamatan di Muratara yakni Karang Jaya, Rupit, Karang Dapo, dan Rawas Ilir. Akibatnya, puluhan desa terdampak banjir akibat luapan air yang merendam permukiman warga.

"Data sementara BPBD mencatat sebanyak 2.867 rumah terendam banjir. Jumlah warga terdampak mencapai 16.156 kepala keluarga (KK) atau sekitar 64.624 jiwa," katanya, Sabtu (9/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Mugono mengungkapkan terdapat empat unit rumah milik warga hanyut akibat terseret arus banjir.

"Empat unit rumah dilaporkan hanyut di Kecamatan Karang Jaya, tiga di Desa Terusan dan satu rumah di Desa Sukamenang. Kemudian ada juga satu rumah mengalami rusak sedang dan satu rumah rusak ringan di Kecamatan Karang Jaya juga," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Tak hanya permukiman warga, Mugono mengungkapkan banjir juga menyebabkan sejumlah infrastruktur rusak. Tercatat sudah ada lima jembatan gantung dilaporkan putus.

"Masing-masing jembatan gantung itu berada di Desa Tanjung Beringin, Desa Terusan, Desa Sukamenang, Desa Noman, dan Desa Batu Gajah," sebutnya.

Dalam peristiwa tersebut, terdapat satu korban jiwa yakni balita bernama Shanum Aqila Fitri (3) yang tenggelam di dalam rumahnya di Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit.

"Korban meninggal dunia usai tenggelam di genangan banjir dalam rumahnya. Saat itu ibu korban sedang sibuk memindahkan barang-barang rumahnya ke lantai dua. Saat ia turun, anaknya sudah tergeletak lemas di genangan banjir setinggi sekitar 50 sentimeter di dalam rumahnya," bebernya.

Mugono menyebut total kerugian akibat bencana masih dalam proses pendataan dikarenakan masih ada wilayah yang diprediksi akan terkena banjir juga.

"Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, TNI, dan Polri terus melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak. Sejumlah langkah yang dilakukan di antaranya kaji cepat bencana, pendataan korban, koordinasi lintas sektoral, evakuasi warga, hingga mendirikan dapur umum," ujarnya.

Mugono mengatakan untuk kondisi terkini, banjir di Kecamatan Karang Jaya dilaporkan sudah surut. Sementara di wilayah hulu Kecamatan Rupit air mulai menyusut.

"Namun air masih mengalami pasang di wilayah hilir Kecamatan Rupit, Kecamatan Karang Dapo, dan Rawas Ilir," ujarnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads