Banjir yang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, dilaporkan telah merendam ribuan rumah yang dihuni belasan ribu warga. Banjir juga mengakibatkan rumah hanyut dan lima jembatan putus.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan Sudirman mengatakan banjir berdampak pada 2.867 kepala keluarga atau 11.468 jiwa.
"Wilayah terdampak berada di Kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Rupit dengan total 17 kelurahan/desa," ujar Sudirman, Jumat (7/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah kelurahan/desa yang terdampak, terbanyak berada di wilayah Kecamatan Karang Jaya. Di wilayah itu 10 kelurahan/desa yang terdampak, yakni Desa Lubukkumbung, Sukaraja, Muara Batang Empu, Rantau Telang, Tanjung Agung, Sukamenang, Muara Tiku, Terusan, Embacang, dan Kelurahan Karang Jaya.
Sementara di Kecamatan Rupit, banjir merendam 7 desa yakni di Desa Tanjung Beringin, Noman, Noman Baru, Batu Gajah, Batu Gajah Baru, Maur Lama, dan Maur Baru.
"Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan satu unit rumah hanyut di Desa Terusan. Kemudian tercatat lima jembatan putus akibat diterjang arus banjir, masing-masing berada di Tanjung Beringin, Terusan, Noman, Desa Sukamenang, dan Desa Batu Gajah," jelasnya.
Menurut Sudirman, petugas BPBD bersama pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan penanganan di wilayah terdampak. Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang juga berada di lokasi bencana untuk memastikan penanganan dampak banjir.
"Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD telah menyalurkan 300 paket bantuan sembako untuk warga terdampak banjir," jelasnya.
Bantuan tersebut terdiri atas 75 dus mie instan, 24 dus sarden, 15 dus gula pasir, 25 dus minyak sayur, 30 dus gandum, 12 dus kecap manis, 12 dus saus sambal, dan 300 lembar tas bantuan.
"Tim masih berada di lapangan untuk pemantauan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak," tukasnya.
(dai/dai)











































