Dua Siswi SD Hanyut di Sungai Musi Empat Lawang, Tim SAR Cari

Sumatera Selatan

Dua Siswi SD Hanyut di Sungai Musi Empat Lawang, Tim SAR Cari

Irawan - detikSumbagsel
Kamis, 07 Mei 2026 16:20 WIB
Tim Basarnas Sumsel lakukan pencarian dua bocah SD tenggelam
Foto: Tim Basarnas Sumsel lakukan pencarian dua bocah SD tenggelam (Dok. Basarnas Sumsel)
Empat Lawang -

Dua bocah SD di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel) hanyut tenggelam di Sungai Musi, Desa Karang Gede, Kecamatan Sikap Dalam. Kedua korban diketahui merupakan siswi SD Negeri 01 Sikap Dalam.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (6/5) sekitar pukul 12.30 WIB. Korban masing-masing bernama Else (12) dan Bulan (12).

Saat itu, kedua korban bersama empat rekannya pergi ke Sungai Musi sepulang sekolah untuk mandi dan berenang. Namun saat berada di sungai, mereka tiba-tiba terseret derasnya arus. Tiga teman korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian sungai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan Else dan Bulan hanyut sambil berpelukan hingga akhirnya tenggelam. Rekan korban sempat melakukan pencarian secara spontan, namun keduanya tidak ditemukan. Diketahui kedua korban tidak memiliki kemampuan berenang. Hingga Kamis (7/5/2026), keduanya masih belum ditemukan.

Kepala Basarnas Sumsel Raymond Konstantin mengatakan operasi pencarian saat ini memasuki hari kedua. Tim SAR menyisir aliran Sungai Musi menggunakan perahu rafting karena kondisi arus sungai yang deras dan dipenuhi bebatuan.

ADVERTISEMENT

"Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan air menggunakan perahu rafting dikarenakan kondisi sungai yang berarus deras dan bebatuan. Area pencarian dilakukan sejauh kurang lebih 10 kilometer persegi ke arah tenggara serta penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada di sepanjang pesisir sungai," katanya kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).

Raymond mengungkapkan dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, BPBD, pemerintah desa, relawan hingga masyarakat setempat.

"Tim juga menghadapi sejumlah kendala selama proses pencarian. Selain arus sungai yang deras, kondisi sungai yang berbatu juga membahayakan personel di lapangan," ungkapnya.

"Peralatan yang digunakan dalam operasi SAR meliputi perahu rafting, peralatan water rescue, serta alat komunikasi," sambungnya.

SAR Palembang menyebut operasi pencarian akan terus dilanjutkan. Tim juga berencana melakukan penyelaman apabila kondisi di lokasi memungkinkan.

"Kami berharap korban dapat segera ditemukan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di sungai, terutama bagi anak-anak dan masyarakat yang tidak memiliki kemampuan berenang," tutup Raymond.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads