Warga Sempat Dengar Ledakan dan Teriakan Minta Tolong Saat Bus ALS Terbakar

Sumatera Selatan

Warga Sempat Dengar Ledakan dan Teriakan Minta Tolong Saat Bus ALS Terbakar

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Kamis, 07 Mei 2026 13:00 WIB
Polisi melakukan olah TKP Bus ALS terbakar usai tabrakan dengan truk tangki
Polisi melakukan olah TKP Bus ALS terbakar usai tabrakan dengan truk tangki (Foto: Rio Roma Dhoni)
Palembang -

Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) bertabrakan dengan truk tangki BBM hingga terbakar di Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan. Warga sempat mendengar ledakan dan suara minta tolong dari para korban yang terbakar bersama kendaraan.

Menurut salah satu warga, Linda Alisa (26) mengatakan kejadian itu tidak jauh dari rumahnya, saat itu ia bersama anaknya hendak pergi keluar rumah menggunakan sepeda listrik. Ia sempat melihat Bus ALS tersebut berjalan dari kejauhan.

Kemudian, sambung Linda, ia melanjutkan perjalanan, namun tidak lama ia menoleh ke belakang melihat bus tersebut sudah mengeluarkan api. Melihat hal itu ia mencoba mendekati namun kobaran api sudah besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak tahu kejadian pastinya, saat itu saya hendak pergi bersama anak saya menggunakan sepeda listrik. Pas sudah berjalan, saya mendengar suara ledakan dan menoleh ke belakang, lihat bus sudah ada apinya," katanya saat diwawancarai detikSumbagsel, Kamis (7/5/2026).

Saat dirinya mencoba mendekat, api sudah semakin membesar dan melihat tiga orang keluar dari mobil bus ALS dalam kondisi luka-luka. Dia pun sempat mendengar suara minta tolong dari dalam mobil namun terdengar samar-samar.

ADVERTISEMENT

"Saya lihat tiga orang keluar dari bus, kondisinya luka-luka seperti itu. Saya dengar ada ledakan juga sekali dan seperti ada suara minta tolong tapi agak samar-samar. Ngak tahu suara laki-laki apa perempuan, tidak lama suara itu hilang," ujarnya.

Ia menjelaskan kobaran api berhasil dipadamkan kurang lebih setengah jam, setelah api padam ia melihat sejumlah jenazah yang sudah dalam kondisi memperhatikan dan tidak dalam keadaan utuh.

"Saya lihat korban sudah tidak utuh, ada tangan yang lepas, kakinya juga. Iya dalam kondisi terbakar (jenazahnya). Jalan saat itu tidak dalam kondisi ramai," tuturnya.

Akibat kejadian itu, ia bersama keluarganya tidak berani tidur di rumah dan memilih tidur di rumah orang tuanya.

"Semalam tidak tidur di rumah, masih kek apa ya kak (kebayang kejadian), jadi kami tidur di rumah orang tua," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads