Jenazah korban kecelakaan bus ALS di Musi Rawas Utara (Muratara), dilakukan identifikasi lebih lanjut di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Hal itu dilakukan agar jasad korban tidak tertukar saat diserahkan ke pihak keluarga.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya mengatakan saat ini sudah ada sebagian keluarga korban yang datang untuk membantu proses identifikasi atau pengenalan terhadap jenazah korban.
"Saat ini, sebagian ya (keluarga korban) yang datang," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya saat mendampingi Wakapolda dan Gubernur Sumsel saat mengecek ke RS Bhayangkara, Kamis (7/5) sekitar pukul 10.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, kata dia, kepolisan terus membuka akses kepada publik yang merasa kehilangan keluarga agar dapat menghubungi posko tim DVI di RS Bhayangkara Palembang.
"Tetap kita buka akses publik ya untuk menginformasikan kepada keluarga korban, untuk bisa nantinya mengetahui bahwa posisi keluarganya yang menjadi korban kasus kecelakaan bus ini ada di rumah sakit Bhayangkara, Palembang," katanya.
Terhadap keluarga korban yang sudah datang dilakukan tes DNA dan lainnya agar dapat memastikan penyerahan jenazah kepada keluarga korban tidak terjadi kesalahan.
"(Tes DNA dilakukan) termasuk bagian dari operasi DVI ini untuk mengidentifikasi korban, yang nantinya akan disesuaikan dengan keluarganya agar nanti bisa tahu keluarganya, bahwa ini korban adalah bagian dari keluarganya, untuk mengidentifikasi, termasuk identitasnya segala macam kan dari hasil penyelidikan DNA ini," terangnya.
Polisi juga tidak menutup kemungkinan akan segera memanggil pihak PO bus dan pihak perusahaan truk tangki untuk diperiksa atau memberikan keterangan terkait kejadian ini.
"Ya nanti kita lihat lah (perusahaan kendaraan yanh terlibat kecelakaan) itu kan dalam penyelidikannya. Ini kan masih dalam proses semua teman-teman, mohon sabar ya jadi masih dalam proses penyelidikan maupun penyidikan," jelasnya.
