Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) tabrakan dengan truk tangki BBM. Akibat tragedi itu, 16 orang dinyatakn tewas.
Saat ini, seluruh korban tewas sudah tiba di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (7/5/2026) pukul 05.10 WIB.
Selain korban tewas, terdapa juga korban empat korban mengalami luka berat dan ringan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut detikSumbagsel rangkum tragedi kecealakaan melibatkan Bus ALS dengan truk tangki BBM:
Bus ALS Tabrakan dengan Truk Tangki BBM
Kabib Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Muratara Mugono mengatakan dari dalam kejadian itu, terdapat 16 orang yang telah dipastikan meninggal dunia.
Tragedi kecelakaan itu terjadi di Jalinsum Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
"Berdasarkan informasi pukul 15.44 WIB, di Bus ALS ada 14 orang yang meninggal dunia, sedangkan pada mobil tangki BBM ada 2 orang yang meninggal dunia yakni sopir dan kernet" ungkapnya, Rabu (6/5/2026).
Sementara untuk korban selamat, Mugono mengungkapkan ada 4 orang yang berasal dari Bus ALS tersebut selamat.
"Untuk yang selamat ada 4 orang dari Bus ALS, sekarang di puskesmas Karang Jaya. 3 orang luka bakar serius dan 1 orang luka lecet," jelasnya.
Kronologi Kejadian
Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara Aiptu Iin Shodikin menjelaskan kronologi kejadian Bus ALS tabrakan dengan truk tangki BBM.
Kata dia, awalnya Bus ALS yang berisi diduga belasan orang itu melaju dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi.
"Dari arah yang berlawanan, terdapat mobil tangki BBM yang berisi dua orang. Sesampainya di TKP, diduga Bus ALS masuk ke jalur yang berlawanan lantaran diduga menghindari lubang sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut," katanya, Rabu.
Hal senada dikatakan Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim mengatakan dugaan kecelakaan tersebut karena Bus ALS oleng ke jalur berlawan diduga hendak menghindari lubang.
"Keterangan dari kernet bus yang selamat, bus sempat oleng ke kanan. Diduga menghindari lubang hingga akhirnya masuk ke jalur orang dan menyebabkan bus beradu kambing dengan truk tangki BBM dari arah berlawanan," ungkapnya.
Korban Tewas Dibawa ke Palembang
Setelah tragedi kecelakaan itu, korban tewas dibawa sudah tiba di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang pada Kamis pagi, 7 Mei 2026, sekitar pukul 05.10 WIB. Jenazah dibawa untuk menjalani proses identifikasi menyeluruh.
Proses identifikasi dilakukan secara intensif oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sumsel bersama Tim DVI Pusdokkes Mabes Polri.
"Sebanyak 16 kantong jenazah saat ini menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri yang dipusatkan di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Bid Dokkes Polda Sumsel," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya.
Kata dia, seluruh korban yang tewas sebelumnya memang dievakuasi ke RS Siti Aisyah Lubuk Linggau. Namun, kini jenazah tersebut dipindahkan ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk mempermudah proses identifikasi forensik lanjutan.
"Sedangkan untuk tiga korban luka bakar berat masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Rupit, sedangkan seorang kenek bus yang mengalami luka ringan tengah menjalani pemeriksaan oleh Satlantas Polres Muratara," katanya.
Polda Sumsel Sediakan Call Center
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya mengatakan kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga yang melakukan perjalanan menggunakan Bus ALS pada rute tersebut agar segera menghubungi Posko DVI di RSUD Lubuklinggau.
"Dengan menghubungi melalui Call Center +62 821-7803-8910 guna mempercepat proses identifikasi," kata Nandang, Rabu (6/5) malam.
Disamping itu, pasca kejadian teragis ini kepada pengguna jalan kepolisian pun mengingatkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.
"Agar para pengguna jalan dapat memastikan kondisi kendaraan laik jalan, serta mematuhi aturan dan rambu lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya," katanya.
Terkait penyebab terjadinya kecelakaan ini apakah ada unsur pidana atau tidak, katanya, Polda Sumsel memastikan penyelidikan terhadap kecelakaan maut ini akan terus dilakukan secara komprehensif.
"Dengan melibatkan seluruh fungsi terkait, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, hingga analisis teknis kendaraan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan," katanya.
Identitas Korban Tewas dan Selamat
Kepolisan telah mengidentifikasi identitas korban yang selamat dan meninggal dunia dalam peristiwa bus ALS terbakar di Musi Rawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan. Rinciannya sebagai berikut:
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya mengungkap korban yang selamat berjumlah 4 orang, mengalami luka ringa 3 orang dan luka berat 1 orang, di antaranya:
Korban Meninggal Dunia
1. Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau.
2. Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Musi Rawas Utara.
3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, warga Jawa Tengah.
4. Saf (50), kenek Bus ALS, warga Medan.
5. Maleh (42), kru Bus ALS, warga Medan.
6. Relodo, penumpang Bus ALS.
7. Zulkifli, penumpang Bus ALS.
8. Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS.
9. Rani, penumpang Bus ALS, istri Aldi Sulistiawan.
10. Bela, penumpang Bus ALS, anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani.
11. Enam korban lainnya masih dalam proses identifikasi mendalam oleh Tim DVI Polri.
Korban Selamat
1. Jumiatun (35), warga Pati, Jawa Tengah - mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
2. Ngadiono (44), warga Pati, Jawa Tengah - mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal - mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS, warga Riau - mengalami luka lecet atau luka ringan.
β
Di lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti penting, termasuk bangkai kedua kendaraan yang terbakar, tabung gas, mesin motor, serta barang pribadi penumpang lainnya.
Penanganan logistik dan pengawalan jenazah dilakukan oleh personel Polres Lubuk Linggau dengan mengerahkan 16 ambulans di bawah pengawalan ketat kepolisian.
