Polisi Buka Posko DVI di RSUD Lubuklinggau, Identifikasi Korban Bus ALS

Sumatera Selatan

Polisi Buka Posko DVI di RSUD Lubuklinggau, Identifikasi Korban Bus ALS

Prima Syahbana - detikSumbagsel
Rabu, 06 Mei 2026 21:28 WIB
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya.
Foto: Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya. (Prima Syahbana)
Palembang -

Polda Sumatera Selatan turun tangan mengusut peristiwa kecelakaan maut melibatkan bus ALS vs truk tangki di Musi Rawas Utara (Muratara). Biddokkes Polda Sumsel dan Rumah Sakit Bhayangkara Palembang membuka Posko DVI (Disaster Victim Identification) di RSUD Lubuklinggau.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya mengatakan kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga yang melakukan perjalanan menggunakan bus ALS pada rute tersebut agar segera menghubungi Posko DVI di RSUD Lubuklinggau.

"Dengan menghubungi melalui Call Center +62 821-7803-8910 guna mempercepat proses identifikasi," kata Nandang, Rabu (6/5) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di samping itu, setelah kejadian tragis ini kepada pengguna jalan kepolisian pun mengingatkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

"Agar para pengguna jalan dapat memastikan kondisi kendaraan laik jalan, serta mematuhi aturan dan rambu lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya," katanya.

ADVERTISEMENT

Terkait penyebab terjadinya kecelakaan ini apakah ada unsur pidana atau tidak, Polda Sumsel memastikan penyelidikan terhadap kecelakaan maut ini akan terus dilakukan secara komprehensif.

"Dengan melibatkan seluruh fungsi terkait, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, hingga analisis teknis kendaraan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan," katanya.

Nandang mengungkap, peristiwa itu melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan mobil tangki di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

"Peristiwa tragis itu terjadi sekira pukul 12.00 WIB di Jalan Lintas Sumatera wilayah Karang Jaya. Kecelakaan melibatkan satu unit Bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi dengan satu unit mobil tangki milik PT Seleraya yang datang dari arah berlawanan. Benturan keras mengakibatkan kedua kendaraan terbakar hebat di lokasi kejadian," katanya.

"Berdasarkan laporan Satlantas Polres Muratara, insiden tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia. Selain korban meninggal, tiga orang dilaporkan mengalami luka berat dan satu orang mengalami luka ringan. Kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp 500 juta," sambungnya.

Dari hasil penyelidikan awal, lanjutnya, kecelakaan diduga bermula saat pengemudi bus ALS berupaya menghindari lubang di badan jalan dan mengambil jalur kanan. Pada saat bersamaan, dari lawan arah melaju mobil tangki PT Seleraya yang dikemudikan oleh seorang sopir berinisial Y, alhasil tabrakan tidak dapat dihindarkan dan memicu kobaran api besar.

"Tim gabungan kepolisian langsung bergerak melakukan evakuasi korban dan pengamanan lokasi kejadian. Petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk kerangka kendaraan yang terbakar, dua unit sepeda motor yang turut terdampak, serta barang-barang milik penumpang," katanya.

"Untuk mendukung proses identifikasi korban yang mayoritas mengalami luka bakar serius, Biddokkes dan Rumah Sakit Bhayangkara Palembang membuka Posko DVI (Disaster Victim Identification) di RSUD Lubuklinggau. Sebanyak 16 jenazah saat ini berada di RSUD Lubuklinggau untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik," lanjutnya.

Nandang memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional dan transparan. Fokus utama saat ini adalah identifikasi korban melalui Posko DVI serta penyelidikan menyeluruh terkait penyebab kecelakaan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads