Pengurus Dibekukan-Musda Dibatalkan, Kader Golkar Kota Geruduk Kantor DPD

Bengkulu

Pengurus Dibekukan-Musda Dibatalkan, Kader Golkar Kota Geruduk Kantor DPD

Hery Supandi - detikSumbagsel
Kamis, 23 Apr 2026 21:20 WIB
Pengurus kader Partai Golkar Kota Bengkulu mengeruduk kantor DPD Provinsi
Pengurus kader Partai Golkar Kota Bengkulu mengeruduk kantor DPD Provinsi (Foto: Hery Supandi)
Bengkulu -

Puluhan kader Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Bengkulu melakukan aksi unjuk rasa ke kantor DPD Golkar Provinsi Bengkulu. Mereka memprotes pembekuan pengurus dan pembatalan musda pemilihan ketua DPD Golkar Kota Bengkulu padahal lokasi musda telah dibayar.

Sebelumnya, puluhan kader Golkar ini melakukan longmarch menuju kantor DPD Golkar Provinsi, saat sampai di depan kantor para pengunjuk rasa melakukan orasi dan membentangkan spanduk hujatan atas keputusan DPD Provinsi yang membekukan dan membatalkan musda.

Koordinator aksi Yudi Darmawansyah mengatakan, tindakan pembekuan pengurus lama DPD Golkar Kota Bengkulu telah merugikan kader partai, apa lagi tahapan pemilihan ketua DPD Kota Bengkulu telah sampai pada tahap penetapan para calon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami datang ke kantor DPD Partai Provinsi untuk meminta kejelasan pembekuan pengurus dan pembatalan musda, ini telah menyalahi aturan Partai dan telah merenggut hak para kader," kata Yudi, Kamis (23/4/2026).

Yudi mengungkapkan, sebelumnya pihaknya telah membentuk panitia musda dan telah ada tiga calon nama yang mendaftar untuk ikut bursa ketua DPD Kota Bengkulu, bahkan telah menentukan hari pelaksanaan musda DPD Golkar Kota Bengkulu.

ADVERTISEMENT

"Musda akan kita gelar tanggal 15 Februari 2026, bahkan tempat musda juga telah dibayar, namun tanggal 14 dini hari musda dibatalkan dan pengurus partai dibekukan dengan diganti dengan salah satu pengurus dari DPD Provinsi," jelasnya.

Dalam orasinya, para pengunju rasa menilai adanya permainan dalam pencalonan Ketua DPD Kota Bengkulu, agar calon tunggal yang diunggulkan DPD Provinsi menang secara aklamasi.

"Pihak DPD Provinsi ini menolak adanya tiga calon, mereka ingin hanya calon tunggal, kami meminta pengurusab lama diaktifkan kembali dan musda segera di lanjutkan," ungkapnya.


Hal senada diungkapkan Sekretaris DPD Kota Bengkulu Antonio Imanda yang menjelaskan, pemberhentian pengurus lama telah melanggar karena syarat adanya PLT itu kalau pengurus lama meninggal atau melanggar ketentuan partai.

"Kami dianggap seperti sampah, kita selama ini telah berjuang demi partai, namun tiba-tiba diganti padahal kami masih dalam kondisi sehat dan tidak melanggar ketentuan partai, ironisnya lagi pemberhentian hanya melalui pesang singkat," katanya.

Antonio meminta pihak DPD Partai Golkar Provinsi mengaktifkan kembali pengurus lama agar bisa melanjutkan musda kembali untuk memilik ketua DPD partai Golkar Kota Bengkulu.

Usai berorasi, dan tidak ditemui pihak DPD satu provinsi, para pengunjuk rasa membubarkan diri dan berjanji akan menggelar aksi kembali dengan massa yang lebih banyak.

Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Provinsi Bengkulu Yudi Harzan menjelaskan, Surat penunjukan Plt telah sesuai prosedur partai dan tidak ada masalah serta telah mendapat izin dari DPP partai Golkar pusat.

"kalau mereka mempermasalahkan SK Plt itu telah sesuai prosedur dan kepengurusan baru telah mengajukan jadwal musda, jadi kami telah sesuai prosedur partai, kenapa kita ajukan PLT karena kepengurusan yang lama telah habis masa jabatannya," ungkapnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads