Banjir di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, (Sumsel) meluas. Hingga hari ketiga, banjir merendam 14 kelurahan/desa di lima kecamatan. Jumlah rumah terdampak sebanyak 520 unit yang dihuni 498 kepala keluarga (KK) atau 1.735 jiwa.
"Berdasarkan update laporan Jumat (17/4) pukul 08.30 WIB, banjir di OKU meluas di 14 kelurahan/desa di lima kecamatan. Hingga kini terdata 520 rumah terendam yang dihuni 498 KK atau sebanyak 1.735 jiwa," ujar Kepala Pelaksana BPBD OKU Januar Effendi, Jumat (17/4/2026).
Di Kecamatan Baturaja Timur, dampak banjir terjadi di enam desa/kelurahan. Yakni di Kelurahan Pasar Baru 8 rumah dihuni 32 jiwa (8 KK), Kelurahan Baturaja Lama 15 rumah dihuni 60 jiwa (15 KK), dan Desa Terusan 13 rumah dihuni 52 jiwa (13 KK).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desa Tanjung Baru 15 rumah dihuni 75 jiwa (15 KK), Desa Tanjung Kemala 3 rumah dihuni 12 jiwa (3 KK), dan Kelurahan Kemalaraja 64 rumah dihuni 256 jiwa (64 KK).
Kemudian di Kecamatan Baturaja Barat, dampak banjir terjadi di Kelurahan Tanjung Agung sebanyak 5 rumah dihuni 20 jiwa (5 KK). Kecamatan Lubuk Batang, banjir terjadi di Desa Lubuk Batang Lama sebanyak 245 rumah dihuni 720 jiwa (223 KK) dan Desa Gunung Meraksa yang masih dilakukan pendataan.
Di Kecamatan Peninjauan, banjir terjadi di Desa Kepayang yang merendam 80 rumah dihuni 320 jiwa (80 KK) dan Desa Belimbing 50 rumah dihuni 200 jiwa (50 KK).
Dan di Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, banjir terjadi di Desa Bunglai merendam 15 rumah dihuni 60 jiwa (15 KK) dan Desa Lubuk Kemiling 7 rumah dihuni 28 jiwa (7 KK).
"Ketinggian banjir masih berkisar 10 cm-100 cm. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk estimasi kerugian diperkirakan mencapai Rp 520 juta," ungkapnya.
BPBD OKU bersama TNI, POLRI, dan stake holder terkait telah menurunkan personel dan peralatan ke lokasi banjir untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak dan melakukan pendataan.
Pusdalops BPBD OKU juga melakukan pemantauan terhadap cuaca 1x24 jam sekaligus mendistribusikan peringatan dini kepada masyarakat OKU dan instansi terkait lainnya. Pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap tinggi muka air (TMA) Sungai Ogan dan Sungai Lenkayap.
"Untuk kondisi terkini banjir di titik Kota Baturaja sudah mulai surut, namun di bagian hilir sungai air masih masuk pedesaan. Aktivitas warga masih berjalan seperti biasa dikarenakan daerah hilir mayoritas rumah panggung," katanya.
"Kebutuhan mendesak saat ini masyarakat terdampak banjir membutuhkan bantuan logistik," sambungnya.
Diketahui, dampak banjir di OKU akibat hujan deras disertai petir yang terjadi pada Selasa (14/4/2026) pukul 18.00 WIB. Intensitas hujan berdurasi panjang mengakibatkan permukiman warga terdampak banjir.
