Dampak banjir yang melanda wilayah Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, terus meluas. Hingga kini, bencana tersebut telah merendam sembilan desa yang tersebar di tiga kecamatan. Jumlah warga terdampak terus bertambah.
Kepala Pelaksana BPBD OKU Januar Effendi mengatakan data terbaru mencatat sebanyak 347 rumah terdampak banjir. Rumah itu dihuni 325 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 1.143 jiwa.
"Banjir terjadi di sejumlah desa/kelurahan yang berada di tiga kecamatan, yakni Baturaja Timur, Baturaja Barat, dan Lubuk Batang," ujarnya, Kamis (16/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah paling banyak terdampak berada di Kecamatan Baturaja Timur. Yakni di Kelurahan Pasar Baru sebanyak 8 rumah dengan 32 jiwa (8KK), Kelurahan Baturaja Lama 4 rumah dengan 16 jiwa (4KK), dan Desa Terusan 11 rumah 44 jiwa (11 KK).
Kemudian di Desa Tanjung Baru 15 rumah 75 jiwa (15 KK), Desa Tanjung Kemala 3 rumah 12 jiwa (3 KK), san Kelurahan Kemalaraja 56 rumah 224 jiwa (56 KK).
Lalu dampak banjir terjadi di Kecamatan Baturaja Barat di Kelurahan Tanjung Agung dengan 5 rumah yang dihuni 20 jiwa (5 KK).
Kecamatan Lubuk Batang di Desa Lubuk Batang Lama berdampak pada 245 rumah 720 jiwa (223 KK) dan Desa Gunung Meraksa yang masih dalam pendataan.
"Tidak tercatat ada korban jiwa dan luka-luka dalam kejadian banjir ini. Untuk tinggi muka air berkisar 10-100 cm. Estimasi kerugian diperkirakan mencapai Rp 347 juta," ungkapnya.
"Kita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir. Jika curah hujan tinggi kembali terjadi, potensi banjir susulan masih dapat mengancam wilayah tersebut," ujarnya.
